Tampilkan postingan dengan label anna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Agustus 2013

Bimbingan Belajar Sosiologi

Diadakan bimbel sosiologi karena banyak pemuda kelas 1 SMA yang lebih banyak memilih melanjutkan ke kelas IPA sehingga tidak memfokuskan diri pada pelajaran menghafal sehingga banyak yang kesulitan dengan pelajaran sosiologi.
 
 a.  Observasi, meliputi:
-  Minat pelajar di Karanglo
-  Mempelajari sosiologi untuk SMA 

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Membantu mengerjakan PR Sosiologi
-  Mengajarkan sosiologi secara sederhana
 
c.  Evaluasi:
Kegiatan  berjalan lancar karena adanya  minat dari peserta sendiri sehingga mudah mengarahkan dan mereka juga fokus saat mengikuti bimbel.

Lomba Perayaan HUT RI- Lomba Makan Kerupuk Pemuda

Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan serangkaian perlombaan 17 Agustusa-an. Serangkaian lomba ini merupakan hasil dari pembinaan pemuda di Karanglo yang sudah lama tidak aktif dan berkegiatan. Salah satu perlombaan  yang diadakan yaitu lomba pecah makan kerupuk. Peserta perlombaan dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu kategori putra TK – kelas 3 SD, putra kelas 3 SD – 6 SD, putri TK – kelas 3 SD, dan putr kelas 3 SD – 6 SD.  

a.  Observasi, meliputi:
-  Rapat koordinasi dengan PEMUKA
-  Melakukan pendaftaran peserta
-  Membeli perlengkapan perlombaan yang dibutuhkan

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan perlengkapan perlombaan
-  Pelaksanaan lomba makan kerupuk untuk anak
-  Pencatatan pemenang lomba

c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat disimpulkan bahwa  lomba  telah berjalan dengan  cukup  baik.  Pemuda  antusias mengikuti dan menonton ketika perlombaan berlangsung. Seluruh warga yang hadir ikut bersorak menyemangati peserta lomba.  Meskipun demikian ada beberapa pemuda yang tidak serius dalam mengikuti lomba namun tidak mengganggu berjalannya lomba.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Pembinaan Pemuda dalam Menyambut HUT RI

Kegiatan ditujukkan untuk menggerakan pemuda Karanglo (PEMUKA) yang sudah lama vakum dan tidak mengadakan kegiatan untuk perkampungan lagi. Dengan memanfaatkan moment HUT RI, maka penulis mengajak PEMUKA dan bekerja sama dengan mereka untuk mengadakan kegiatan bersama.

a.  Observasi, meliputi:
-  Mengadakan pertemuan dengan PEMUKA
-  Rapat Kordinasi dengan PEMUKA
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan acara  lomba 17 Agustusan
-  Persiapan tirakatan
 
c.  Evaluasi
Kegiatan  berjalan dengan baik namun sedikit terhambat dengan kesibukan masing-masing pemuda, sehingga sulit menyatukan mereka untuk rapat bersama. Saat berjalannya rapat pun banyak pemuda yang tidak serius dan banyak bercanda sehingga sedikit menghambat jalannya rapat. Meskipun demikian, serangkaian acara 17 Agustusan dan Tirakatan berjalan lancar.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Lomba Perayaan HUT RI- Lomba Makan Kerupuk Anak

Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan serangkaian perlombaan 17 Agustusa-an. Serangkaian lomba ini merupakan hasil dari pembinaan pemuda di Karanglo yang sudah lama tidak aktif dan berkegiatan. Salah satu perlombaan yang diadakan yaitu lomba  pecah makan kerupuk. Peserta perlombaan dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu kategori putra TK – kelas 3 SD, putra kelas 3 SD – 6 SD, putri TK – kelas 3 SD, dan putr kelas 3 SD – 6 SD.  

a.  Observasi, meliputi:
-  Rapat koordinasi dengan PEMUKA
-  Melakukan pendaftaran peserta
-  Membuat klasifikasi peserta berdasar umur
-  Membeli perlengkapan perlombaan yang dibutuhkan
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan perlengkapan perlombaan
-  Pelaksanaan lomba makan kerupuk untuk anak
-  Pencatatan pemenang lomba

c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat disimpulkan bahwa  lomba  telah berjalan dengan sangat baik. Anak-anak antusias mengikuti dan menonton ketika perlombaan berlangsung. Seluruh warga yang hadir ikut bersorak menyemangati peserta lomba.  Meskipun demikian ada beberapa anak yang tidak jadi ikut lomba karena takut dan malu, namun tidak mengganggu berjalannya lomba. Namun, pelaksanaan lomba sedikit terlambat karena persiapan lomba yang ternyata memakan waktu lebih banyak dari yang diperkirakan.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Sosialisasi Penggunaan dan Pengadaan Alat Biopori

Kegiatan ini dilakukan guna menunjukkan ke warga mengenai cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan lingkungan sekaligus untuk memupuk pohon buah-buahan yang banyak terdapat  disini. Dengan bekerja sama dengan mitra, terdapat 4 alat biopori untuk Pedukuhan Karanglo, sehingga warga yang ingin membuat bisa meminjam.

a.  Observasi, meliputi: 
-  Jenis tanaman di dusun Karanglo
-  Jenis tanah kebanyakan yang terdapat di Karanglo

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Pembuatan proposal yang ditujukkan pada mitra
-  Pembuatan lubang biopori
-  Pengadaan alat biopori di pedukuhan
-  Menjelaskan manfaat dari lubang biopori

c. Evaluasi
Berjalan kurang baik karena hanya sedikit warga yang memulai membuat biopori, hal itu menunjukkan kesadaran  sebagian besar  warga akan masalah lingkungan masih rendah meskipun sudah adanya alat yang mendukung. Selain itu kondisi tanah yang keras dan berbatu  membuat susah pembuatan lubang bioporinya. Namun, dengan ketersediaan alat biopori diharapkan untuk ke depannya dapat  digunakan warga untuk pembuatan lubang biopori saat diperlukan. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan lanjutan tentang kegunaan lubang biopori.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Pembuatan Modul serta Sosialisasi Penggunaan Komposter

Sosialisasi  dan pembuatan modul ini dilakukan untuk mempermudah dan memperjelas cara dan  langkah-langkah penggunaan komposter sehingga komposter yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sosialisasi juga disertai dengan alat peraga berupa satu set komposter. Selama berjalannya sosialisasi, warga juga diberi modul sebagai panduan saat mendengarkan sosialisasi. Modul juga dapat dimanfaatkan sebagai pengingat jika suatu hari mereka lupa cara penggunaan serta alat dan bahan yang dibutuhkan. 

a.  Observasi, meliputi:
-  Survey potensi warga dusun Karanglo akan minatnya dalam membuat kompos 

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan buku petunjuk penggunaan komposter.
-  Membagikan buku petunjuk penggunaan komposter.
-  Menjelaskan fungsi masing-masing alat dari satu set komposter
-  Menjelaskan alternative bahan yang bisa digunakan

c.  Evaluasi
Pelaksanaan program ini berjalan dengan cukup baik. Warga menangkap dengan cepat langkah-langkah penggunaan komposter.Adanya alat peraga sebagai alat bantu (stimulant) serta adanya modul yang menjadi  pedoman warga dalam memperagakan cara pembuatan kompos, sehingga warga dapat langsung mempraktekkan apa yang disampaikan.

 (ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Pengenalan dan Pengadaan Alat Komposter

Setelah adanya program sosialisasi mengenai pengolahan sampah non organik seperti kantong kresek, adapula program yang diadakan oleh rekan KKN Sub Unit Karanglo mengenai pengolahan sampah organic menjadi pupuk  kompos berskala rumah tangga. Sampah oraganik berupa dedaunan dan sisa makanan yang juga banyak ditemui di Pedukuhan Karanglo. Sampah tersebut tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat  dan hanya dibakar bersama sampah plastik. Sampah organic dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk organic baik secara komunal maupun menggunakan alat komposter.  Dari  sosialisasi tersebut dibentuklah  kelompok masyarakat penggerak di RT 10 untuk melakukan pengolahan lingkungan kritis.

Pembentukan kelompok tersebut didasari  adanya kesamaan niat dari sekelompok warga RT 10 dan untuk membantu kinerja mereka serta sebagai RT percontohan, saya memberikan stimulant berupa satu set komposter sederhana  dengan bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup, Bantul.

a.  Observasi, meliputi:
-  Pengamatan pengolahan sampah oleh warga di Dukuh Karanglo

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Pembuatan proposal yang ditujukan untuk mitra
-  Menyiapkan  perangkat percontohan alat dan bahan pemupukan seperti komposter dan inokulen.
-  Mengumpulkan para anggota kelompok penggerak di RT 10.
-  Memberikan buku panduan penggunaan komposter
-  Memberikan sosialisasi lisan tentang bagaimana cara penggunaan komposter.

c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat  disimpulkan  bahwa program tersebut berjalan dengan baik.  Warga RT  10, terutama kelompok penggerak tersebut sangat antusias dan memiliki ambisi sebagai RT percontohan di Pedukuhan Karanglo.  Para penggerakpun sudah  dengan mudah menguasai cara penggunaan komposter serta mengetahui bahan-bahan pengganti yang juga bisa dimanfaatkan dalam proses pembuatan kompos, mereka juga sudah mendapat sosialisasi pembuatan EM 4 sederhana menggunakan air rebusan gula dan pisang, nanas, serta bawang.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Pembinaan dan Pembentukkan Kelompok Sadar Lingkungan di RT 10

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari diadakannya sosialisasi pada tanggal 14 Juli 2013 mengenai pengolahan lingkungan kritis. Dibentuknya kelompok sadar lingkungan ini dilakukan hanya di RT 10 karena sebagian besar warga RT 10 sudah memiliki kesadaran dan keinginan untuk menjaga kebersihan serta merawat lingkungan sekitar, terlebih tempat tinggalnya sendiri. Melihat potensi tersebut, maka dibuatlah kelompok sadar lingkungan di RT 10 dengan harapan mampu menjadi contoh bagi RT lainnya.

a.  Observasi, meliputi:
-  Mengamati potensi dari masing-masing RT

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Diskusi dengan tokoh di RT 10

c.  Evaluasi:
Tidak ada hambatan berarti dalam proses pembinaan dan pembentukkan dikarenakan sudah adanya antusiasme yang tinggi dari dalam diri warga sendiri, sehingga tidak perlu menyadarkan mereka lagi. Hambatan yang ada adalah keterbatasan waktu dan dana namun  tidak menghambat proses.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kantong Kresek

Program ini diadakan  untuk meningkatkan kesadaran warga untuk mulai memilah dan mengurangi  pemakaian  kantong kresek  yang biasanya hanya dibakar karena jumlahnya yang tidak terkontrol. Penyadaran tersebut dimulai dari menjelaskan bahwa  limbah plastic kemasan, terutama kantong kresek yang sangat sering dijumpai setiap harinya dapat dibuat kerajinan yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dijual dan menjadi tambahan pendapatan. Pembuatan kerajinan dari kantong kresek bisa diterapkan oleh ibu-ibu PKK sehingga bisa untuk menambah uang kas.  Limbah plastic merupakan limbah anorganik rumah tangga yang percepatan tambahan jumlahnya sangat cepat dan banyak. Salah satu solusi untuk mengatasinya yaitu dengan memanfaatkan limbah plastic sebagai  kerajinan.

Kegiatan  ini berbentuk pemberian materi kepada warga mengenai dampak dari limbah plastic yang terlalu banyak serta solusinya yang diberikan oleh Bapak Fajar Basuki dari Badan Lingkungann Hidup, Sleman.

a.  Observasi, meliputi:
-  Pengamatan lingkungan termasuk kebiasaan para warga Pedukuhan Karanglo

b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Bertemu dengan mitra
-  Mensosialisasikan mengenai kegiatan yang akan diadakan
-  Praktek percontohan pembuatan kerajinan bunga dari kantong kresek.

c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program ini, dapat  disimpulkan  bahwa program  tidak berjalan cukup baik.  Sejak diadakannya kegiatan sosialisasi tersebut terlihat bahwa kegiatan tersebut kurang bisa meningkatkan niat warga untuk mulai memilah sampah apalagi mempraktekkannya.  Selama proses berlangsung pun warga tidak menunjukkan antusiasnya.  Hal tersebut dikarenakan warga masih cenderung malas dan tidak mau repot sehingga memilih untuk membakar sampah daripada memilah dan membuat kerajinan.

(ANNA SVETLA DINARIRATRI - 10/299781/SP/24216)