Tampilkan postingan dengan label soshum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soshum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Melatih Motorik Untuk anak PAUD

Kegiatan ini diinginkan untuk dilaksanakan karena melihat potensi anak PAUD yang ada karena seharusnya pada umur antara 2-4 harus bisa diasah motoriknya agar bisa berfungsi dngan baik sampai dewasa nanti. Dan kegiatan ini juga dilaksanakan atas dasar fasilitas dari guru PAUD itu sendiri dimana agar bisa menarik anak-anak PAUD untuk menyeimbangkan anatara otak kanan dan kiri yang sudah mulai bisa dilatih dari umur dini dan tanpa paksaan. Dan melihat kondisi dari anak-anak itu sendiri yang harus dapat mbedakan segala sesuatu yang besar, kecil, panjang lebar dan membentuk sesuatu. Sehingga mereka mulai bisa aktif untuk mengasah kepintaran mereka. Dan dari hal tersebut dapat  dilihat dimaan pengayaan batin dan petualangan kemanusiaannya dimana saya lebih memahami perasaan anak-anak di dalam mengajarkan sesuatu haru sangat pelan.



  Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari minggu ketiga setelah mulai penerjunan dan kegiatan di PAUD pun mulai efektif dimana keefektifan tersebut mulai mengajrkan mbedakan daun besar daun kecil atau kacang besar dan kacang kecil atauun mebentuk bentuk hewa dari malam. Program ini pun rata-rata dilakanakan setiap 1 minggu 2 kali dalam 1 minggu dimana  jadwal PAUD itu dmulai setiap hari mulai pukl 08.00-10.00 setiap senin sampai kamis. Dan hal tersebut semua berdasarkan kebutuhan anak tersebut dengan fasilitas gur PAUD yang ada di sana.

  Kegiatan ini cukup meilikihaambatan namun tidak berarti dimana anak-anak tersebut masih berada pada masa hyperaktifnya sehingga pada masa tersebut sehingga hal ini sedikit elatih kesabaran oleh mahasiswa KKN. Namun anak-anak tersebut tetap antusiasme yang tinggi dan berbahadia mengikuti ajaran yang ada.

(YUDHESTI WAHYU HARDIASIH - 10/299295/SP/24099)

Bimbingan Belajar Bahasa Inggris dengan Sasaran anak kelas 4,5, dan 6 SD di Dusun Pedes, Argomulyo, Sedayu Bantul

Kegiatan yang didasari atas keinginan untuk menambahkan sedikit ilmu pengetahuan yang saya miliki mengenai bahasa inggris. Dan pada masa observasi pun terlihat bahwa keinginan untuk mengajar semakin menjadi karena melihat banyak anak kecil yang belajar bersama untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Oleh karena itulah mulai dari minggu ketiga dengan melalui pengumuman di Arisan masing RT, maka dimulailah bimbingan belajar yang ada dengan mata pelajaran bahasa inggris. Dengan kemampuan yang saya miliki saya miiliki keinginan untuk mengasah kemampuan bahasa inggris mereka sejak dini. Melalui jadwal arisan RT 04 setiap hari jum’at jam 13.00 dan arisan RT 01, 05, dan 06 setiap hari minggu jam 11.00 sekaligus RT 03 jam 14.00. Bahasa inggris sebagai salah satu yang menjadi bahasa internasional dan harus sudah mulai sejak dini. Dan harus sudah bisa memilki pengejaan yang  baik. Selain karen ahal tersebut, saya mendengar banyak warga yang mengomentari bahwa anak mereka belum dapat menguasai bahsa inggris degan baik di sekolah mereka. Dan memiliki kesulitan untuk belajar karena mereka tidak terbiasa untuk belajar dan bicara bahasa inggris dari usia dini. Pengayaan batin dan petualang manusi yang bisa saya rasakan disini dimana ada dorongan dari dalam diri saya untuk mengajar kan Bahasa inggris sesuai dengan kurikulum mereka dan jenjang mereka, dengan kondisi anak-anak yang rata-rata kurang bisa memahami lain selain bahasa nasional dan bahasa daerah mereka, mendorong diri saya untuk membuat mereka lebih memahami bahasa inggris dan cukup baik untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris mereka.  Dan dengan latar belakang  tersebut maka saya merealisasikan program bimbingan belajar bahasa inggris dari jenjang kelas 4-6 SD




  Kegiatan belajar mengajar yang sasarannya pada murid-murid SD di dusun Pedes berjalan dengan teratur mulai dari minggu ketiga mahasiswa KKN diterjunkan ke lokasi. Respon yang cukup baik atas adanya program bimbingan belajr bahasa inggris. Dimana pelaksanaannya dengan jadwal senin kamis untuk anak kelas 6, selasa jum’at untuk anak kelas 4  dan rabu sabtu untuk anak kelas 5, dengan bahan yang berbeda-beda sesuai dengan jenjang kelas dan kurikulum mereka.dimana seperti mengajrkan conversation kepada mereka introduction, year, position, number, sentences, things  dan lain sebagainya dengan metode belajar sambil bermain tanpa harus terbebani namun cukup bisa masuk pengetahuan.  Bahasa inggris yang diajarkan pada anak-anak disini dikataakan bahassa inggris dasar yang seharunya menjadi pondasi untuk meguasai bahasa inggris pada tahap  selanjutnya. Dan program tersebut berjalan atas bantuan anak-anak tersebut karena mereka sangat antusias dan mau belajr dengan baik.

   Kegiatan ini memiliki beberapa hambatan yang cukup terlihat yaitu bagaimana harus mengatur bebrapa anak-anak kecil yang berada pada masanya yaitu hyperakti sehingga sedikit menyulitkan pengajar untuk mebuat mereka tenang. Namun hambatan tersebut tidak begitu berarti karena antusias mereka yang cukup tinggi dan mereka pun senag untuk diajar bersama para mahasiswa KKN.

(YUDHESTI WAHYU HARDIASIH - 10/299295/SP/24099)

Lomba Bersih desa antara RT 03 dan RT 04 Dusun Pedes, kelurahan Argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul

Melihat keadaan Dusun Pedes yang mulai cukup baik dalam sisi kebersihannya, maka sesuai dengan rencana yang ada maka CSR Pertamina melaksanakan kegiatan lomba bersih desa 11 pedukuhan pada bulan november namun sebelum itu pada bulan agustus mereka mengadakan lomab bersih desa yang meilai RT mana yang menang dim masing-masing pedukuhan untuk menjadi perwakilan dari dusun tersebut. Disini diadakn kompetisi agar masyarakat merasakan greget  untuk menjadi pemenang sehingga bisa mendapatkan stimulan dari Pertamina untuk pengelolaan sampah mandir yang ada dengan alat pengelolaan sampah yang baik. Jika memengakan pertandingan tersebut. Disini yang menjadi latar belakang saya untuk bisa ikut bergabung dan melihat greget masyarakat dalam mengikuti program yang ada. Dengan hal ini saya bisa melihat pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan yang kami rasakan dimana dengan hanya dengan berdasar pada semangat dan antusiasme yang tinggi  namun keterbatasan dari masyarakat tersebut masih sangat rendah baik dari ekonomi ataupun kapasitas pengetahuan namun kedua RT yang maju pun  bisa dapat meningkatkan kesadaran yang baik dan benar. 
Penilaian Lomba Bersih Desa

Lomba Bersih desa di RT 04

  Wilayah dusun pedes dimayoriritaskan pada jenis sampah organik sebanyak 75% dan anorganik ataupun B3 sebanyak 25 % dan atas dasar keinginan untuk CSR Pertamina untuk menigkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kesadaran secara mandiri maka mulai bulan juli awal dimulailah kegiatan lomba bersih desa yang ada bersamaan dengan KKN yang datang ke dusun pedes dimana diaharapkan KKN bisa bermutual dengan baik dengan CSR unuk mengantarkan ke lokasi ataupun pendapat atas pemberian penilaian yang dilaksanakan 2 kali pada tangaal 26 dan 27 juli 2013 dimana mereka memliki kriteria penilaian atas dasar kebersihan , manajemen dan kebersamaan. Pada saat pelaksanaan hal ini cukup melibatkan seluruh warga yang ada. 

  Sampai pada saat program lomba bersih desa tidak menimbulka kendala yang berarti karena pelaksanaan sesuai dan bejalan lancar shingga penilaian pun terasa lebih sehat dan adil.

(YUDHESTI WAHYU HARDIASIH - 10/299295/SP/24099)

Sosialisasi Pemilahan Sampah antara sampah organik, anorganik dan B3 di RT 01, 02,03, 04, 05 dan 06 Dusun Pedes, kelurahan Argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul.

Sosialisasi atas pemilahan sampah antara sampah organik, anorganik dan B3 di RT 01,02, 03, 04, 05 dan 06 dikatakan sebagai tahap awal didalam mengelola sampah secara mandiri dimana kesadaran warga mulai dipupuk dari hal tersebut, dimana mereka mulai memilah sampah dari yang organik dan anorganik dan B3. Seperti yang diketahui kondisi lingkungan dan masayarakat yang ada masih tergolong sehingga 75 persen sampah yang ada merupakan sampah organik , sedangkan sampah yang lain seperti plastik, kertas dan B3 hanya 25% dari kandungan sampah yang ada di masyarakat. Selain karena sebagai tahap awal dalam pembuatan dalam pengelolaan sampah mandiri, sosialisasi pemilahan sampah ini juga bertujuan agar masyarakat tidak mencampurkan semua sampah menjadi satu namun harus bisa memisahkan sehingga dapat dimanfaatkan lagi dalam tahap selanjutnya. Bisa dilihat juga bagaimana pengayaan batin dan petualangan manusia terjadi di dalamnya dimana pengayaaan batin dari diri saya sendiri dimana saya cukup prihatin ketika melihat dusun ini belum terkelola dengan baik dan kepercayaan masyarakat, ketika sudah melakukan pemilahan tidak ada jaminan untuk kelanjutan program tersebut dimana pengepulnya dan lain sebagainya dan juga mereka lebih memilih untuk dibakar daripada dipilah padahal banyak kerugian yang akan ditimbulka dalam membakar sampah tersebut. 
Sosialisasi di RT 05

Sosialisasi di RT 05

  Berdasarkan hasil survey  terhdap kondisi sampah yang ada di dusun pedes kami merasa keadaran masyarakat sudah ada untuk memilah sampah yang baik dan benar dan mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat dengan mengembalikan merekauntuk mau melakukan kembali  pengolahan sampah yang baik dan benar. Sehingga selanjutnya dapat berlanjut dengan baik. 

 Kegiatan yang berupa sosialisasi pemilahan sampah ini bertujuan pada warga agr bisa memilah sampah dengan baik dan benar yang mana sampah organik terdiri dari sampah dedaunan atau sampah organik , sampah anorganik masih terbagi menjadi 2 kertas dan plastik dan juga sampah B3 yang meiliki arit berat, beracun dan berbahaya yang di dalamnya terdapat kaca, logam dan baterai. Sosialisasi mengenai pemilahan sampah ini   dilaksanakan tanggal 3 juli 2013 untuk RT 02 pada salah satu dasawisma, 5 juli 2013 untuk RT 04, 07 juli 2013 untuk RT 01, 05 dan RT 03 pada arisan ibu-ibu masing-masing RT dimulai dari RT 02 pada salah satu dasawisma jam 15.00 yang mana jumlah peserta anggota arisan mencapai 25 orang pada saat itu dimana sekalian kita memperkenalkan bahwa kami akan KKN di dusun tersebut selama 2 bulan.   Dan tanggal 5 juli 2013 untuk RT 04 kita juga memasuki Arisan ibu-ibu pada jam 19.00 sekaligus tanggal 7 juli 2013 pada jam 11.00 untuk RT 01 dan RT 05 dan jam 14.00 untuk RT 03 dan dari acara tersebut memiliki agenda yang sama yaitu mengenai sosialisasi pemilahan sampah organik, anorganik dan B3 yang direspon cukup baik oleh masyarakat sehinggga mereka sekaligus sharing mengenai masalah sampah yang berada di RT masing-masing. Mereka merespon sangat baik dan berbagi cerita mengenai hal tersebut. Mulai dari kepercayaan mereka yang “dikhianati” sebelumnya dan ketakutan akan kelanjutan program sampah tersebut, seperti pengepulnya hanya berjalan pada masa program tersebut saja.  Dengan melalui arisan tersebut warga merasa antusias untuk mendengarkan dan sharing secara interaktif dengan kami sebagai mahasiswa KKN. Dan menindak lanjuti dari kegiatan sosialisasi ini terdapat kontrol terhadap  pemilahan sampah yang sudah dilakukan secara door to door mulai dari RT 01 dan RT 02 yang dikontrol hari senin kamis. Sedangakan hari selasa dan jum’at pengontrolan yang dilakukan untuk RT 05 dan 06, dan juga untuk RT 03 dan RT 04 yang dilksanakan rabu dan sabtu dan pengontrolan ini berlangsung sampai dengan minggu keempat masa KKN kami. Dan pengontrolan tersebut dilaksanakan waktunya sore dan melalui cara tersebutlah warga sangat interaktif dan antusias dalam merespon program tersebut.  Dan disini bisa diceritakan dari realisasi tersebut keterlibatan masyarakat dalam merespon program ini sangat baik sehingga dapat dikatakan masayarakat antusias untuk menerima program ini namun harus sangat perlahan kembali mebangkitkan kesadaran mereka tas ppemilahan sampah. Hasil kegiatan ini pun bisa terlihat bahwa masyrakat sudah mulai mengawali lagi pemilahan awal sampah yang ada 

  Adapun beberapa kendala dalam pelaksanaan program ini  diantaranya adalah ketika di awalnya warga masih sulit untuk digali kesadarannya karena mereka masih takut akan kelanjutannya ketika mereka sharing masalah sampah yang mereka pada kami, namun hambatan tersebut dapat kita atasi dengan baik dimana terdapat jaminan dari mitra kami yaitu desa Metes agar mau dan mampu menjamin keberlanjutan sampah yang ada.  Terutama di dalam hal pengepulan.

(YUDHESTI WAHYU HARDIASIH - 10/299295/SP/24099)

Pengenalan berbagai macam hewan kepada PAUD

Perburuan satwa yang dillindungi untuk dijual atau diambil kulit maupun dagingnya, punahnya satwa langka dan eksotis, pengerusakan habitat asli hewan liar merupakan salah satu permasalahan yang selalu diangkat oleh dunia. Melihat hal ini, saya membuat program pengenalan berbagai macam hewan kepada  PAUD.  Dengan adanya pengenalan berbagai jenis satwa kepada anak-anak usia dini (PAUD) diharapkan dapat menambah pengetahuan baru dan menumbuhkan rasa sayang dan keinginan untuk menjaga satwa dan melestarikan lingkungan. 


Program pengenalan hewan ini berlansung berkat kerjasama antara KKN PPM UGM Subunit Pedes dengan pihak pengajar PAUD Setyarini Pedes. Kegiatan pengenalan satwa dilaksanakan secara bertahap di gedung PAUD Setyarini Pedes. Tahap pertama adalah pengenalan hewan secara personal dengan anak-anak PAUD selama seminggu melalui mainan berbentuk hewan dan poster-poster binatang. Tahap kedua berupa pelaksanaan panggung boneka dengan tema “Bertamasya ke Kebun Binatang” dengan menggunakan boneka tangan berbentuk hewan dan manusia. Melalui panggung boneka, anak-anak diberi pengetahuan mengenai jenis hewan, cirri-ciri, makanan serta habitatnya. Di akhir panggung boneka, anak-anak diajarkan lagu tentang binatang.  Secara garis besar program ini dirasa cukup berhasil, dapat dilihat dari antusias anak-anak PAUD dalam menonton panggung boneka.

Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan program ini. Semua pihak sangat mendukung terlaksananya program ini.

(YESICA NOVRIANI PURBA, S.K.H. - 12/341704/KH/7591)

Lomba memasak bapak – bapak (17 Agustus-an)

Program  lomba memasak bapak  –  bapak ini diikuti oleh kelompok ronda yang ada di pedukuhan Pedes.  Program ini merupakan program monodisipliner  yang bertujuan  untuk mengetahui kemampuan memasak bapak  –  bapak dan untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68.

Program lomba memasak bapak  –  bapak ini  bekerja sama dengan Kelompok Pemuda Pemudi Pedes (KPPP) dimana para pemuda pemudi menyiapkan tempat serta bahan yang akan digunakan, sedangkan alat dibawa oleh masing – masing peserta. Satu kelompok terdiri dari 3 orang  dimana terdapat 7 kelompok ronda,  dimana bapak  – bapak ini tidak mengetahui masakan apa yang dimasak karena bahan  –  bahan yang disediakan dirahasiakan oleh panitia sehingga biar menjadi kejutan bagi para peserta lomba.  pada saat  lomba dimulai peserta baru membuka bahan yang telah disediakan oleh panitia diatas meja dan dibacakan ketentuan untuk setiap kelompok yang ada.





Untuk kelompok 1 memasak masakan basah, untuk kelompok 2 memasak masakan kering, kelompok 3 memasak masakan basah, kelompok 4 memasak masakan kering, kelompok 5 memasak masakan basah, kelompok 6 memasak masakan kering dan kelompok 7 memasak masakan basah. setelah lomba selesai terdapat 2 juri yang akan menilai. Juri ini sudah sangat ahli dibidangnya yaitu Ibu Dukuh  dan Ibu ketua PKK Pedes. Nilai akhir untuk juara 1 yaitu 754, juara 745 dan juara 3 736. 

Hadiah diberikan kepada pemenang pada malam puncak tirakatan yaitu 19 Agustus 2013.   Lomba ini dilakukan pada tanggal 29 Juli 2013 pukul 19.00 WIB. Lokasi lomba ini bertempat di lapangan bulutangkis RT 02. Perlombaan memasak Bapak – Bapak ini bersamaan dengan lomba “idak deklit” khusus untuk Ibu – Ibu sehingga suasana sangat seru dan warga sekitar banyak yang datang untuk memberikan semangat, teriakan maupun motivasi bagi para peserta.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Pembuatan Kerajinan Tangan Berbahan Dasar Sampah Anorganik

Program ini merupakan program tema yang bersifat interdispliner. Program ini berinterdispliner dengan Sains Teknik.  Program ini bertujuan untuk  memanfaatkan limbah anorganik yang sulit terurai menjadi kerajinan tangan yang bernilai lebih dan dapat memanfaatkan waktu luang bagi ibu – ibu yang hanya berada di rumah saja. Sampah  –  sampah anorangik seperti tas plastik  yang berwarna warni dapat diubah menjadi kerajinan tangan yang indah seperti bunga berserta tangkainya, bros, tas tangan, dsb. Pertama - tama pelatihan dimulai dengan memberikan video mengenai cara –  cara mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan tangan  yang bagus, kemudian bahan – bahan yang telah dibawa oleh masing – masing warga disiapkan. Sampah tas plastik  atau kresek tersebut di potong  pada bagian sisi sisi kresek tersebut menjadi helaian panjang dan tangkai atau pegangan dari tas plastik tersebut digunting sehingga terlihat persegi panjang atau lembaran kresek yang cukup panjang, kemudian tas kresek tersebut  diatasnya diberikan kertas  pilus  kemudian di gosok dengan setrika  secara perlahan – lahan dengan suhu setrika yang tidak terlalu panas, cukup panas saja hingga
tas kresek tersebut menjadi keras dan kaku dan siap  di gunting atau dibentuk sesuai dengan kebutuhan atau keinginan.  Tas kresek yang digunakan dapat ditumpuk  – tumpuk untuk memberikan gradasi warna yang diinginkan, seperti untuk membuat warna abu – abu diperlukan tas kresek berwarna hitam serta tas kresek berwarna putih. Tas tersebut ditumpuk menjadi satu, digosok, jika sudah keras plastik tersebut siap dibentuk sesuai kebutuhan. 







Bentuk dari kerajinan tangan yang dilakukan yaitu bentuk bunga dimana untuk tangkai dan kelopak telah disediakan oleh mahasiswa KKN PPM UGM, untuk daun dibentuk dari plastik  tersebut serta bros, kalung dan bando, namun untuk bros, kalung dan bando hanya diberikan pelatihan dasar saja dikarenakan bahan yang diberikan tidak mencukupi da nada bahan – bahan yang juga kurang, kemudian bunga  – bunga yang telah jadi di tancapkan pada tangkai kemudian diberi daun dengan menggunakan lem sehingga bunga dari kerajinan tangan berbahan dasar sampah organik khususnya tas kresek telah jadi dan siap untuk dijadikan koleksi maupun dijual oleh warga. Pelatihan kerajinan tangan ini mendatangkan warga yang sudah berpengalaman dalam pembuatan kerajinan ini sehingga para warga yang hadir pun sangat terbantu dengan ibu  –  ibu dari desa Metes yang sudah menguasai kerajinan ini. Trainer yang diundang terdapat 3 orang yaitu Ibu Erni, Ibu Jun dan Ibu Yences. Peserta yang ikut ibu –  ibu dari RT 01 hingga RT 06  yang memiliki keinginan untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan ini antara lain Ibu Eny Sukamsih, Ibu Asih, Ibu Tus, Ibu Sumiyah, Ibu Rini, Ibu Tari, Ibu Wiwit, Ibu Ajeng, Ibu Puput, Ibu Tri Maryani, Ibu Susi, Ibu Retno, Ibu Suratini, Ibu Kasiah, Ibu Marsini,  Ibu Sri Utami, Ibu Marwanti  dan Ibu Dewi. Kegiatan ini dilakukan pada 28 Juli 2013 pukul 13.00 kemudian berlanjut kepada arisan ibu  –  ibu setiap RT sehingga ibu  –  ibu yang pada tanggal 28 Juli 2013 tidak dapat hadir bisa mengetahui cara pembuatan kerajinan  tersebut. Total peserta yang datang pada tanggal tersebut sebanyak 18 orang. Pelatihan ini berlangsung sukses dan warga sekitar pun masing  – masing dapat membuat kerajian tangan tersebut dengan baik.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Sosialisasi Penanganan Limbah Padat dan Cair Industri Tahu dan Tempe

Program ini merupakan program  pertama dan utama klaster Agro.  Sosialiasi pelatihan penanganan limbah ini dilakukan dengan tujuan sebagai pemberian informasi kepada masyarakat sekitar mengenai dampak bahaya dari limbah padat cair tempe maupun tahu serta mengenalkan manfaat yang dapat digunakan dari limbah padat dan cair yang berasal dari  industry tahu dan tempe. Jumlah industri tahu yang ada di pedukuhan Pedes ini yaitu 3 sedangkan industry tempe ada 1. Industry tahu sendiri RT 05 terdapat 2 dan RT 02 terdapat 1 industri, sedangkan industry tempe sendiri terdapat di RT 05 saja. Sosialisasi  ini dilakukan guna memberikan wawasan mengenai limbah yang dihasilkan dari industry tahu dan tempe. Sosialisasi ini tidak hanya pada pemilik industry saja melainkan warga sekitar juga agar masyarakat sekitar juga mengetahui sisi positif dan negatif dari limbah yang dihasilkan.
Sosialisasi di RT 05

Rancangan IPAL

Komponen Penyusun Bak Air

Banyak cara untuk memanfaatkan limbah dari tempe dan tahu antara lain seperti yang dilakukan oleh Bapak Sobari yang menggunakan limbah padat dari tahu atau ampas tahu yang padat untuk pakan sapi yang dimilikinya, namun ada juga pemilik industry yang hanya membuang langsung kesungai yang nantinya akan mencemari lingkungan serta merusak ekosistem sungai tersebut. Dampak yang muncul akibat limbah tersebut dibuang ke sungai seperti menyebabkan polusi udara karena bau limbah yang asam, air  sungai menjadi keruh, kemudian ikan  –  ikan akan banyak yang mati karena kekurangan oksigen, dsb. Pelatihan ini  hanya memfokuskan untuk mengurangi sisi negatif dari limbah yang dihasilkan supaya memiliki nilai lebih  dan memiliki nilai jual yang tinggi daripada hanya dibuang ke sungai yang malah berdampak buruk.  Pelatihan ini juga memberikan solusi untuk mengubah air limbah menjadi air  yang lebih aman untuk ekosistem di sungai tersebut. Adapun susunan instlasi yang digunakan yaitu bak penampung dengan ukuran 2 m3, bak trap dengan volum 2 m3, bak filter dengan volum 2 m3, bak anerob dengan volum 4 m3, bak koagulasi dengan volum 4 m3, bak control dengan volum 4 m3, outlet.   

Bak atau kolam filter sendiri ada komponen penyusunnya lagi seperti batu koral yang paling bawah kemudian atasnya kerikil, arang, pecahan kaca, serabut kelapa, pasir halus, serabut kelapa kemudian air limbah yang masuk.  Rasio ketinggian komponen bak filter tersebut yaitu serabut kelapa: 3, Pasir Halus: 3, Penyaring: 50 mesh, Serabut Kelapa: 4, Pecahan Kaca: 4, Arang: 3, Kerikil: 2, Batu Koral: 3 Sosialiasi dan pelatihan  ini membutuhkan  waktu keseluruhan 3 minggu. Sosialiasi pelatihan penanganan limbah ini dilakukan di pedukuhan Pedes khususnya di RT 02 dan RT 05. Pelaksanaan dihadiri oleh ketua RT 05, RT 02 serta peserta antusias mengikuti pelatihan limbah ini.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Persiapan Fisik pada Masjid/musholla Menghadapi Bulan Romadhon

Program persiapan fisik pada masjid/musholla menghadapi bulan romadhon   ini dilatarbelakangi dengan sudah dekatnya bulan romadhon. Pada bulan romadhon, terutama pada minggu-minggu pertama, jumlah jamaah yang datang ke masjid bertambah berkali-kali lipat. Jamaah yang datang biasanya datang untuk menunaikan sholat Isya dan sholat Tarawaih berjamaah, serta untuk menunaikan sholat shubuh berjamaah. Kapasitas Masjid dan musholla yang ada biasanya tidak bisa memenuhi jumlah jamaah yang membludak. Oleh karena itu, pada pelataran-pelataran masjid dibangun atap-atap sementara. Atap-Atap tersebut biasanya terbuat dari seng-seng atau dari  tarub yang memang sudah dimiliki oleh masjid/musholla yang bersangkutan. Selain itu, dibangun pula tembok-tembok sementara yang terbuat dari seng dan anyaman bambu untuk menghalangi angin dari luar, sehingga jamaah yang datang tidak begitu terganggu.
Atap dan Spanduk di Masjid Al-Muttaqien RT 01

Atap dan Spanduk di Masjid Al-Muttaqien RT 01

Kegiatan ini dilaksanakan pada seminggu sebelum bulan Romadhon datang. Persiapan pada tiap masjid dilaksanakan mulai dari pukul 07.00 hingga menjelang sore. Masjid-masjid yang ada yaitu masjid Al-Muttaqien  dan Masjid An-Nuur, sedangkan musholla yang ikut adalah musholla Al-Humam, musholla Al-Barokah, serta musholla Al-Karim. Oleh karena setelah bulan Romadhon selesai, maka sebagian dari atap-atap yang dibangun tadi dirombak kembali. Kecuali bangunan atap yang terpasang di Masjid Al-Muttaqien, yang memang sudah direncanakan untuk dijadikan permanen. Pembongkaran dilakukan pada seminggu setelah Lebaran selesai.

(IQRO KURNIAWAN - 10/305403/PA/13506)

Ceramah Tarawih selama Ramadhan pada Masjid & Musholla di Pedukuhan Pedes

Kegiatan KKN-PPM UGM Antar-Semester Tahun 2013 ini bertepatan dengan jatuhnya Bulan Suci Romadhon1434H. Oleh karena itu, untuk ikut berpartisipasi dalam meramaikan kegiatan Romadhon di Pedukuhan Pedes, diadakan beberapa acara, yang salah satunya seperti ceramah keliling pada Masjid/Musholla yang ada di Pedukuhan Pedes. Di Pedukuhan Pedes terdapat 2 Masjid, yaitu Masjid An-Nuur dan Masjid Al-Muttaqin, serta terdapat 2 Musholla, yaitu musholla Al-Humam, musholla Al-Barokah, dan juga musholla Al-Karim.


  Program ini dilaksanakan dalam bentuk tim penceramah, yang terdiri dari 3 orang. Salah satu orang dari tiga orang tersebut, yaitu penanggung jawab program bertugas untuk mencarikan materi ceramah yang akan disampaikan. Kemudian jadwal ceramah dibagi kepada tiap orang dari tim penceramah tersebut. Tempat berceramah berganti dari satu tempat ke tempat lainnya.

  Kegiatan ini berjalan selama Bulan Romadhon, yaitu dari minggu pertama sampai minggu ketiga. Tiap minggunya terdapat jadwal bergantian pada tiap masjid.  Ceramah dilakukan pada waktu sehabis sholat Isya berjamaah serta sebelum pelaksanaan sholat Tarawih. Durasi dari ceramah dibatasi waktu, yaitu kira-kira 20 menit hingga 30 menit.

(IQRO KURNIAWAN - 10/305403/PA/13506)

Mengajar PAUD dalam bidang kesenian

Persiapan panggung boneka
 PAUD Setyarini merupakan PAUD yang verada di pedes dan baru selesai dibangun pada tahun 2013. PAUD ini memang terhitung cukup baru karena proses pembangunannya baru saja diselesaikan. Memnyambung masalah babby boom di Dusun Pedes, maka eksistensi PAUD ditengah-tengah masyarakat perlu didukung dan dikembangkan  sebagai  upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan  perkembangan  jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Dalam pengajarannya saya memilih materi yang lebih santai yakni dalam bidang kesenian. Perlunya  ditingkatkan  pelatihan ketrampilan seni pada anak usia dini khususnya peningkatan saraf motorik dengan fokus pada bidang kesenian. Diharapkan dengan ini minimal dapat membantu balita yang memang bada dalam jumlah banyak di Pedes.

Mengajar memanfaatkan sampah organik menjadi karya seni
 
Program ini diawali dengan  izin kepada pengurus PAUD untuk membnatu dalam mengajar di dalam PAUD. PAUD dilaksanakan setiap hari senin-kamis setiap minggu. Pada hari awal saya dan rekan KKN melakukan pendekatan terhadap anak-anak KKN. Kemudian pada hari-hari selanjutnya saya memulia beberapa program terkait pelatihan keterampilan kesenian seperti mewarnai sketsa orang,   menempelkan daun kering dalam buku gambar dan dihias dengan pensil warna,  pentas seni: Panggung boneka dengan diiringi musik anak-anak, mengajar menyanyi salam perpisahan, mewarnai sketsa bertemakan lingkungan. Anak-anak cukup antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.  Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan lancar. Hal ini  tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak termasuk para guru di PAUD.

Kendala dalam pelaksanaan program ini adalah Pendekatan terhadap anak PAUD terhitung kurang karena adaptasi dengan anak usia dini perlu membutuhkan waktu yang cukup lama.

(INGGAR MAYANG S. - 10/305117/SP/24363)

Pendampingan Posyandu

Timbang Badan Balita

Pencatatan dan Pengukuran Tinggi Badan
Berdasarkan  wawancara dengan perangkat desa Pedes didapatkkan informasi bahwa di Dusun Pedes memiliki angka kelahiran yang tinggi. Program Posyandu memang suda hada dan eksis diadakan tiap satu bulan sekali. Di daerah pedes sendiri terdapat fenomena Babby Boom sehingga perlu dipantau dan ditingkatkan kesehatan ibu dan anak.  Kader  posyandu menuturkan bahwa pada pelaksanaan program posyandu masih membutuhkan banyak kader guna membantu pelaksanaan Posyandu. Dikarenakan membludaknya jumlah peserta sehingga memerlukan bantuan lebih banyak volunteer.  Beranjak dari permasalahan tersebut saya terdorong untuk membantu pelaksanaan program Posyandu  terutama dalam pendataan tentang nama anak, usia anak, tinggi, umur, berat badan, dan lingkar kepala. 

  Program ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali setiap tanggal 5 setiap bulannya. Sebelum pelaksanaan hari H, selang beberapa hari sebelumnya kader posyandu biasanya  mempersiapkan alat dan bahan untuk keperluan Posyandu. Program diawali dengn briefing dan persiapan alat pada tanggal 3 Juli, kemudian pada tanggal 5 Juli program Posyandu dilaksanakan, melibatkan banyak ibu dan anak. Terhitung sekitar 70 anak yang datang ditemani ibu dan keluarga mereka. Antusiasme warga sangat tinggi dalam mengikuti program-program Posyandu, terlebih di tambah dengan adanya pemberian makanan tambahan yang bergizi lengkap.  Setelahnya barulah dilakukan evaluasi substansial terkait  kesehatan Ibu dan Bayi. Pada pertemuan ini dibahas pelaksanaan program posyandu, saran dan kritik, data hasil pelaksanaan program Posyandu. 

  Pada bulan agustus, pelaksanaan program sama dengan pada saat bulan Juli tidak jauh berbeda. Hanya saja pada hari H bulan agustus ditambah dengan pengukuran lingkar kepala bayi.  Serta ada tambahan kader posyandu yang berasal dari Puskesmas. Pada akhir program diakhiri dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Posyandu. 

Kendala dalam pelaksanaan program:
1.  Kader posyandu ditambah teman-teman mahasiswa kkn yang ditempatkan di pos-pos tertentu terhitung masih kurang personil dibandingkan dengan peserta posyandu yang sangat banyak bahkan terhitung membludak.
2.  Kartu posyandu yang berbeda-beda dan bahkan sudah ada yang sudah tidak layak pakai membuat kesulitan pendataan.
3.  Belum diisinya data-data bayi yang lengkap pada buku AKI

(INGGAR MAYANG S. - 10/305117/SP/24363)

Lomba Agustusan: Estafet

Briefing Lomba

Lomba Estafet Anak-Anak
Pelaksanaan KKN juga bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan RI ke 68. Dalam rangka memeriahkan perayaan kemerdekaan HUT Indonesia saya menginisiasi perlombaan agustusan anak-anak berupa lomba estafet. Filosofis lomba menanamkan nilai perjuangan pada anak-anak.  Mengingat  jumlah  anak-anak di Dusun Pedes  juga terhitung banyak dan cukup antusias. Hal ini jugalah yang mendorong saya untuk membuat konsep perlombaan dengan kelompok sasaran anak-anak. 

  Pelaksanaan program lomba agustusan estafet ini bekerjasama dengan Kelompok Pemuda-Pemudi Pedes(KPPP). Pada awal bulan juli tim kkn dan KPPP mendiskusikan masalah lomba agustusan yang akan dilaksanakan. Lomba yang saya dan rekan-rekan kkn adalah Lomba dengan kategori anak-anak.  Rapat lanjutan dilakukan seminggu setelahnya juga melibatkan KPPP. Untuk selanjutnya kita lakukan rapat mandiri dan internal di kalangan rekan-rekan KKN.  Setelah persiapan semua matang kita lakukan kegiatan lomba pada tanggal 15 Agutus 2013. Anak-anak cukup antusias dalam mengikuti perlombaan. Hadiah diberikan kepada pemenang pada saat itu juga.
 
  Kendala dalam pelaksanaan program ini:
1.  Kesulitan mencari alat dan bahan pendukung
2.  Kurangnya sosialisasi yang menyeluruh dalam kegiatan pelaksanaan lomba agustusan.

 (INGGAR MAYANG S. - 10/305117/SP/24363)
 

Sosialisasi Lubang Resapan Biopori

Program ini diselenggarakan  atas dasar usulan dari masyarakat terutama yang berkeluh kesah  tentang  endemic malaria dan demam berdarah dikarenakan banyaknya air  yang tertampung dalam kaleng bekas dan air yang menggenang di tanah yang cekung. Selain itu juga problemnya antara lain air yang menggenang di dalam pekarangan dan selokan yang mampet riskan menimbulkan endemic malaria. Kurang maksimalnya tanah sebagai tempat resapan air di daerah ini mendorong saya dan kawan-kawan untuk mengenalkan LRB(Lubang Resapan Biopori) sebagai salah satu bentuk solusi penanganan masalah permasalahan genangan air yang mengakibatkan penyakit malaria dan demam berdarah. LRB ini merupakan salah satu terobosan pengelolaan sampah mandiri yang selain dapat menjadi lubang resapan air juga dapat dijadikan wadah sederhana untuk pembuatan kompos. Berikut beberapa manfaat LRB:
1.  Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah
2.  Membuat kompos alami dari sampah organic daripada di bakar
3.  Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit
4.  Mengurangi resiko banjir di musim hujan
5.  Mencegah erosi tanah dan bencana tanah longsor
6.  Yang lebih penting adalah kita sudah berusaha menjaga kelestarian sumber air bawah tanah. 
Sosialisasi Biopori di RT 01

Sosialisasi Biopori RT 05

Program sosialisasi biopori ini  disinergikan  dengan pelaksanaan teknis kegiatan pembuatan LRB.  Saya dan tim mengajukan proposal permintaan alat dan bahan pembuatan LRB berupa alat bor biopori, sekop, dan activator ke BLH Bantul. Sembari menunggu konfirmasi pemberian alat dan bahan dari BLH Bantul, saya melakukan sosialisasi dan penawaran pembuatan LRB dari RT 01-RT 08, Berdasarkan sosialisasi tersebut beberapa RT bersedia menggunakan LRB sebagai contoh untuk kemudian dapat direplikasi di beberapa rumah tangga. Untuk permulaan kami memulai pelaksanaan
teknis biopori di halaman dan pekarangan rumah bapak RT 01, 02, 04, dan 06 masing-masing 2 LRB.

Kendala dalam pelaksanaan program ini:
1.  Kurang antusiasnya warga untuk membuat LRB 
2.  Beberapa warga mengaku lebih memilih jugangan daripada pembuatan LRB.
3.  Pembuatan LRB yang memakan waktu cukup lama dan karena pembuatan lubang yang cukup dalam.
4.  Peralatan yang cukup berat untuk dibawa

(INGGAR MAYANG S. - 10/305117/SP/24363)

Sosialisasi Kerajinan Berbahan Dasar Sampah Anorganik

Sosialisasi Acara

pelaksanaan kerajinan oleh Desa Metes

kerajinan dari pelatihan
Permasalahan sampah lainnya yang ditemui di Dusun Pedes adalah  pemanfaatan sampah  yang masih belum optimal dan langsung dibakar, padahal sesungguhnya banyak produk bernilai ekonomis yang dapat di buat dari daur ulang sampah menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan ketua RT01-08 di minggu awal di dapati fakta bahwa sebagian besar masyarakatnya masih membakar sampah baik organik  maupun anorganik. Karena pengaruh  letak geografisnya volume sampah anorganik cukup banyak dan potencial dijadikan bahan kerajinan yang memiliki profit. Pembakaran sampah anorganik juga yang berbahaya karena dapat menghasilkan polusi udara, bau, serta kurang baik bagi lingkungan di masa yang akan datang. Berdasarkan hal tersebut saya  dan teman-teman kkn khususnya bekerjasama dengan kluster agro  tergerak untuk mengadakan program pelatihan kerajinan, dengan fokus saya pada sosialisasi pelatihan kerajinan berbahan dasar sampah anorganik Di samping itu juga untuk menanamkan jiwa berwirausaha dengan memanfaatkan barang bekas.

  Rangkaian kegiatan sosialisasi pelatihan kerajinan berbahan dasar sampah anorganik/plastik di awali dengan kunjungan ke  Desa Metes selaku mitra pelaksanaan berbagai program kaitannnya dengan tema besar KKN di Pedes yakni pengelolaan sampah mandiri.  Kunjungan dilaksanakan pada minggu awal  sekedar sharing terkait produk dari sampah anorganik yang disertai dengan bentuk nyata barang jadinya. Untuk minggu kedua dilakukan pemnatapan mengenai mekanisme dan konsep  pelatihan serta persiapan alat dan bahan, dan ketersediaan fasilitator. Sedang untuk minggu ketiga dilakukan sosialisasi pada RT 01-06 melalui arisan , sedangkan RT 7 dan RT 8 lewat kumpul  PKK satu Dsn. Pedes. Pada akhir minggu ketiga tepatnya 21 Juli 2013 di adakan pelatihan kerajinan bertempat di tempat Bapak Dukuh Pedes dengan jumlah peserta pelatihan sekitar 30 orang dalam waktu hampir 5 jam(peserta tidak dipungut biaya apapun) Karena alat dan bahan masih tersisa maka saya dan tim memutuskan untuk mengadakan pelatihan kerajinan mandiri pada RT 04, 05, dan 06 pada minggu setelahnya melalui arisan RT.

Kendala yang dihadapi dalam program ini adalah 
1.  Kurang antusiasnya warga dalam berpartisipasi dalam pelatihan kerajinan. 
2.  Banyak warga yang sudah terdaftar ikut pelatihan tetapi pada saat hari ternyata tidak dapat datang dikarenakan berbagai alasan.
3.  Waktu pelatihan yang molor karena keterlambatan peserta.

(INGGAR MAYANG S. - 10/305117/SP/24363)