Tampilkan postingan dengan label robby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label robby. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Lomba memasak bapak – bapak (17 Agustus-an)

Program  lomba memasak bapak  –  bapak ini diikuti oleh kelompok ronda yang ada di pedukuhan Pedes.  Program ini merupakan program monodisipliner  yang bertujuan  untuk mengetahui kemampuan memasak bapak  –  bapak dan untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68.

Program lomba memasak bapak  –  bapak ini  bekerja sama dengan Kelompok Pemuda Pemudi Pedes (KPPP) dimana para pemuda pemudi menyiapkan tempat serta bahan yang akan digunakan, sedangkan alat dibawa oleh masing – masing peserta. Satu kelompok terdiri dari 3 orang  dimana terdapat 7 kelompok ronda,  dimana bapak  – bapak ini tidak mengetahui masakan apa yang dimasak karena bahan  –  bahan yang disediakan dirahasiakan oleh panitia sehingga biar menjadi kejutan bagi para peserta lomba.  pada saat  lomba dimulai peserta baru membuka bahan yang telah disediakan oleh panitia diatas meja dan dibacakan ketentuan untuk setiap kelompok yang ada.





Untuk kelompok 1 memasak masakan basah, untuk kelompok 2 memasak masakan kering, kelompok 3 memasak masakan basah, kelompok 4 memasak masakan kering, kelompok 5 memasak masakan basah, kelompok 6 memasak masakan kering dan kelompok 7 memasak masakan basah. setelah lomba selesai terdapat 2 juri yang akan menilai. Juri ini sudah sangat ahli dibidangnya yaitu Ibu Dukuh  dan Ibu ketua PKK Pedes. Nilai akhir untuk juara 1 yaitu 754, juara 745 dan juara 3 736. 

Hadiah diberikan kepada pemenang pada malam puncak tirakatan yaitu 19 Agustus 2013.   Lomba ini dilakukan pada tanggal 29 Juli 2013 pukul 19.00 WIB. Lokasi lomba ini bertempat di lapangan bulutangkis RT 02. Perlombaan memasak Bapak – Bapak ini bersamaan dengan lomba “idak deklit” khusus untuk Ibu – Ibu sehingga suasana sangat seru dan warga sekitar banyak yang datang untuk memberikan semangat, teriakan maupun motivasi bagi para peserta.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Pembuatan Plangisasi

Program ini bersifat interdispliner dengan klaster teknik dimana didalam program ini membutuhkan alat yang berasal dari program pembuatan biopori  untuk membuat lubang penancapan tiang. Bahan  –  bahan yang digunakan dalam pembuatan program ini antara lain cat kayu sebanyak 8 buah, tiang kayu 8 buah  2m, papan kayu 8 buah 18x50 cm, kuas 5 buah, paku, palu, amplas dan cetakan huruf RT dan angka 0 hingga 8 yang terbuat dari akrilik. Tujuan dari program pembuatan plangisasi ini  yaitu untuk membantu warga pedukuhan Pedes maupun masyarkat pendatang supaya lebih mudah dalam menemukan RT 01 hingga 08 yang ada di pedukuhan Pedes ini, karena di pedukuhan ini informasi mengenai tersebut sangat kurang sehingga warga terkadang sulit menemukan daerah yang akan mereka tuju.




  Setelah semua bahan tersedia, program pembuatan plangisasi ini dilakukan. Pertama melakukan pengamplasan  terhadap tiang dan papan yang akan digunakan sehingga halus dan mudah untuk dilakukan penulisan. Setelah semua diamplas, tahap berikutnya yaitu pengecatan warna dasar untuk kayu dan papan yaitu biru muda kesemua bagian kayu hingga rata dan tidak terlihat lagi warna kayu tersebut. Setelah kering kemudian dilakukan pencetakan tulisan RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, RT 06, RT 07 dan RT 08 menggunakan cetakan yang terbuat dari akrilik dengan warna tulisan yaitu putih  pada papan kayu yang telah di bentuk menjadi bentuk panah. Penulisan huruf dan angka tersebut depan dan belakang supaya terlihat pada seluruh bagian oleh warga maupun pendatang. Setelah kering papan dipaku dengan tiang tersebut, kemudian dipasang di masing  – masing daerah sesuai dengan tulisan yang telah dibuat untuk memberikan informasi jalan. Pembuatan lubang untuk tiang kayu dibantu dari alat program biopori sehingga tiang bisa menancap dalam dan kokoh.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Sosialisasi Pemasaran Kerajinan Tangan Melalui Website

Program ini merupakan program interdisipliner yang bekerjasama dengan kluster Sains Teknik untuk membuat konten website serta kluster teknik yang membuat peta pedukuhan Pedes, Sedayu ini. Program pembuatan website ini bertujuan sebagai sarana pengenalan serta penjualan bagi warga pedukuhan Pedes yang ingin mengembangkan di bidang usaha ini, sehingga dapat memberikan  income yang cukup lumayan untuk mecukupi kehidupan sehari – hari, sekaligus memasukkan peta kedalam website sehingga orang lain yang melihat web ini dapat berkunjung ke pedukuhan Pedes dan dapat melihat kerajinan – kerajinan yang telah dibuat oleh warga pedukuhan Pedes sendiri. Masyarakat lain yang tertarik dapat saja datang dan meminta pelatihan pembuatan kerajinan tangan ini.


Pembuatan website pertama kali melakukan pemilihan desain yang hendak digunakan  sebagai  background  website tersebut, kemudian memberikan struktur  – struktur serta tambahan untuk memperjelas bagian website tersebut. Pembuatan website ini dilakukan kurang lebih 6 hari membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan uji coba komponen – komponen yang ada pada website tersebut. Uji coba website dengan melakukan input data kedalam website berupa artikel dan foto dan dilihat hasilnya apakah sudah benar dan rapi atau belum, jika masih ada yang salah dilakukan perbaikan sehingga website ini enak dipandang.

Pemasaran yang dilakukan hanya menampilkan hasil kerajinan yang telah dibuat oleh  Ibu  –  Ibu warga Pedes kemudian masyarakat dapat melihat lihat model melalui website yang telah dibuat dan bagi masyarakat yang mungkin ingin membeli dapat datang ke pedukuhan Pedes atau melalui nomor telepon yang tertera pada website untuk cara pengantaran ke daerah yang diinginkan atau melalui media online seperti Facebook.  Alamat website yang telah dibuat yaitu pedessedayu.wordpress.com  dan untuk pengelolaan website ini diserahkan sepenuhnya oleh pemuda pemudi yang ada di Pedes ini dan jika ada warga yang ingin melakukan upload gambar hasil kerajinan yang telah dibuat dapat menghubungi pemuda pemudi Pedes untuk membantu Ibu  –  Ibu sehigga koordinasi yang dapat berjalan dengan baik. Pemuda pemudi pedes pun juga sudah diberikan pengarahan terlebih dahulu dan pelatihan dalam melakukan pengolahan website ini sehingga kedepannya para pemuda pemudi ini dapat meneruskan website yang telah dibuat serta mungkin dapat memajukan pedukuhan Pedes ini dengan artikel  –  artikel yang berhubungan dengan pedukuhan Pedes atau dengan memperkenalkan UMKM   - UMKM yang ada di pedukuhan Pedes ini seperti pekerjaan pengelasan yang dirintis oleh pemuda pemudi Pedes  untuk mendatangkan income yang dapat membantu kas organisasi mereka.

Dalam pelaksanaan program pembuatan website ini  secara keseluruhan pelaksanaan program ini berjalan lancar, dengan di dukung jaringan internet yang mencukupi sehingga pembangunan website ini bisa selesai sesuai dengan rencana.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Pembuatan Kerajinan Tangan Berbahan Dasar Sampah Anorganik

Program ini merupakan program tema yang bersifat interdispliner. Program ini berinterdispliner dengan Sains Teknik.  Program ini bertujuan untuk  memanfaatkan limbah anorganik yang sulit terurai menjadi kerajinan tangan yang bernilai lebih dan dapat memanfaatkan waktu luang bagi ibu – ibu yang hanya berada di rumah saja. Sampah  –  sampah anorangik seperti tas plastik  yang berwarna warni dapat diubah menjadi kerajinan tangan yang indah seperti bunga berserta tangkainya, bros, tas tangan, dsb. Pertama - tama pelatihan dimulai dengan memberikan video mengenai cara –  cara mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan tangan  yang bagus, kemudian bahan – bahan yang telah dibawa oleh masing – masing warga disiapkan. Sampah tas plastik  atau kresek tersebut di potong  pada bagian sisi sisi kresek tersebut menjadi helaian panjang dan tangkai atau pegangan dari tas plastik tersebut digunting sehingga terlihat persegi panjang atau lembaran kresek yang cukup panjang, kemudian tas kresek tersebut  diatasnya diberikan kertas  pilus  kemudian di gosok dengan setrika  secara perlahan – lahan dengan suhu setrika yang tidak terlalu panas, cukup panas saja hingga
tas kresek tersebut menjadi keras dan kaku dan siap  di gunting atau dibentuk sesuai dengan kebutuhan atau keinginan.  Tas kresek yang digunakan dapat ditumpuk  – tumpuk untuk memberikan gradasi warna yang diinginkan, seperti untuk membuat warna abu – abu diperlukan tas kresek berwarna hitam serta tas kresek berwarna putih. Tas tersebut ditumpuk menjadi satu, digosok, jika sudah keras plastik tersebut siap dibentuk sesuai kebutuhan. 







Bentuk dari kerajinan tangan yang dilakukan yaitu bentuk bunga dimana untuk tangkai dan kelopak telah disediakan oleh mahasiswa KKN PPM UGM, untuk daun dibentuk dari plastik  tersebut serta bros, kalung dan bando, namun untuk bros, kalung dan bando hanya diberikan pelatihan dasar saja dikarenakan bahan yang diberikan tidak mencukupi da nada bahan – bahan yang juga kurang, kemudian bunga  – bunga yang telah jadi di tancapkan pada tangkai kemudian diberi daun dengan menggunakan lem sehingga bunga dari kerajinan tangan berbahan dasar sampah organik khususnya tas kresek telah jadi dan siap untuk dijadikan koleksi maupun dijual oleh warga. Pelatihan kerajinan tangan ini mendatangkan warga yang sudah berpengalaman dalam pembuatan kerajinan ini sehingga para warga yang hadir pun sangat terbantu dengan ibu  –  ibu dari desa Metes yang sudah menguasai kerajinan ini. Trainer yang diundang terdapat 3 orang yaitu Ibu Erni, Ibu Jun dan Ibu Yences. Peserta yang ikut ibu –  ibu dari RT 01 hingga RT 06  yang memiliki keinginan untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan ini antara lain Ibu Eny Sukamsih, Ibu Asih, Ibu Tus, Ibu Sumiyah, Ibu Rini, Ibu Tari, Ibu Wiwit, Ibu Ajeng, Ibu Puput, Ibu Tri Maryani, Ibu Susi, Ibu Retno, Ibu Suratini, Ibu Kasiah, Ibu Marsini,  Ibu Sri Utami, Ibu Marwanti  dan Ibu Dewi. Kegiatan ini dilakukan pada 28 Juli 2013 pukul 13.00 kemudian berlanjut kepada arisan ibu  –  ibu setiap RT sehingga ibu  –  ibu yang pada tanggal 28 Juli 2013 tidak dapat hadir bisa mengetahui cara pembuatan kerajinan  tersebut. Total peserta yang datang pada tanggal tersebut sebanyak 18 orang. Pelatihan ini berlangsung sukses dan warga sekitar pun masing  – masing dapat membuat kerajian tangan tersebut dengan baik.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Sosialisasi Penanganan Limbah Padat dan Cair Industri Tahu dan Tempe

Program ini merupakan program  pertama dan utama klaster Agro.  Sosialiasi pelatihan penanganan limbah ini dilakukan dengan tujuan sebagai pemberian informasi kepada masyarakat sekitar mengenai dampak bahaya dari limbah padat cair tempe maupun tahu serta mengenalkan manfaat yang dapat digunakan dari limbah padat dan cair yang berasal dari  industry tahu dan tempe. Jumlah industri tahu yang ada di pedukuhan Pedes ini yaitu 3 sedangkan industry tempe ada 1. Industry tahu sendiri RT 05 terdapat 2 dan RT 02 terdapat 1 industri, sedangkan industry tempe sendiri terdapat di RT 05 saja. Sosialisasi  ini dilakukan guna memberikan wawasan mengenai limbah yang dihasilkan dari industry tahu dan tempe. Sosialisasi ini tidak hanya pada pemilik industry saja melainkan warga sekitar juga agar masyarakat sekitar juga mengetahui sisi positif dan negatif dari limbah yang dihasilkan.
Sosialisasi di RT 05

Rancangan IPAL

Komponen Penyusun Bak Air

Banyak cara untuk memanfaatkan limbah dari tempe dan tahu antara lain seperti yang dilakukan oleh Bapak Sobari yang menggunakan limbah padat dari tahu atau ampas tahu yang padat untuk pakan sapi yang dimilikinya, namun ada juga pemilik industry yang hanya membuang langsung kesungai yang nantinya akan mencemari lingkungan serta merusak ekosistem sungai tersebut. Dampak yang muncul akibat limbah tersebut dibuang ke sungai seperti menyebabkan polusi udara karena bau limbah yang asam, air  sungai menjadi keruh, kemudian ikan  –  ikan akan banyak yang mati karena kekurangan oksigen, dsb. Pelatihan ini  hanya memfokuskan untuk mengurangi sisi negatif dari limbah yang dihasilkan supaya memiliki nilai lebih  dan memiliki nilai jual yang tinggi daripada hanya dibuang ke sungai yang malah berdampak buruk.  Pelatihan ini juga memberikan solusi untuk mengubah air limbah menjadi air  yang lebih aman untuk ekosistem di sungai tersebut. Adapun susunan instlasi yang digunakan yaitu bak penampung dengan ukuran 2 m3, bak trap dengan volum 2 m3, bak filter dengan volum 2 m3, bak anerob dengan volum 4 m3, bak koagulasi dengan volum 4 m3, bak control dengan volum 4 m3, outlet.   

Bak atau kolam filter sendiri ada komponen penyusunnya lagi seperti batu koral yang paling bawah kemudian atasnya kerikil, arang, pecahan kaca, serabut kelapa, pasir halus, serabut kelapa kemudian air limbah yang masuk.  Rasio ketinggian komponen bak filter tersebut yaitu serabut kelapa: 3, Pasir Halus: 3, Penyaring: 50 mesh, Serabut Kelapa: 4, Pecahan Kaca: 4, Arang: 3, Kerikil: 2, Batu Koral: 3 Sosialiasi dan pelatihan  ini membutuhkan  waktu keseluruhan 3 minggu. Sosialiasi pelatihan penanganan limbah ini dilakukan di pedukuhan Pedes khususnya di RT 02 dan RT 05. Pelaksanaan dihadiri oleh ketua RT 05, RT 02 serta peserta antusias mengikuti pelatihan limbah ini.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)