Tampilkan postingan dengan label agro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Rintisan Kampung Perindang di RT 01, 02, 03, 04 05 dan 06 Dusun Pedes, kelurahan Argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul

Sosialisasi mengenai rintisan kampung perindang ini dilatarbelakangi  atas dasar melihat rumah warga yang pekarangannya masih sangat luas dan masih muat untuk ditanami tanaman apapun sehingga dapat memperindah kampung tersebut sekaligus atas dasar melihat harga sayur dan buah dimana buah bisa difungsikan sebagai perindang . pengetahuan atas masyarakat atas tempat pendistribusian tanaman perindang dan tanaman sayur yang ada sehingga dengan asas hal tersebut lah  kami selaku mahasiswa KKN berinisiatif untuk membuat program mengenai rintisan kampung perindang yang bsia diharpakan bisa berguna dan dengan mitra desa metes mereka menfasilitasi kami untuk mendapatkan bibit tersebut. Adapun pengayaan batin dan petualangan kemanusian yang bisa digali disini dimana kita melihat antusias masayarakat yang sangat tinggi atas adanya program tersebut sehingga bisa membuat kami memiliki perasaan dan dorongan yang cukup tinggi untuk membantu mereka di dalam memfasilitasi menanamkan tanaman buah yang bisa difungsikan sebagai tanaman perindang. Pengayaan batin dan petualangan manusia yang bisa dirasakan dalam program rintisan kampung perindang ini adalah dorongan dari kami yang merasakan bahwa anusiasme mereka dengan kondisi pekarangan luas namun hanya dapat difungsikan dengan tanaman bunga yang ada, namun tidak dapat difungsikan untuk sayur ataupun buah yang bisa difungsikan sebagai perindang dengan melihat kondisi tersebut kami akan mengusaahakan yang terbaik atas potensi dan kesadaranyang tinggi dari mereka. 
 
Kegiatan Rintisan kamum perindang ini dilaksanakan mulai dari minggu kedua taggal 14 juli 2013 di RT 03 melalui arisan ibu-ibu RT yang ada dengan mulai menceritakan bagaimana alasan dan tujuan kami ingin membuat program tersebut dengan paduan konsep dan penceritaan potensi yang ada agar mereka tertarik dan mereka merasa membutuhakan atas keberadaan tanaman perindang yang ada, dan
sosialisasi tersebut pun dilaksanakan jug apada RT yang lainnya pada minggu selanjutnya yaitu di RT 01, 05, 04, dan 06 pada arisan yang sudah terjadwalkan masing-masing. Dan dari 5  RT tersebut juga di sosialisasikan mengenai bibit perindang yang ada yang isiya oun juga sama dimana kami ingin membuat program yang sesuai dengan potensi yang mereka miliki yaitu lahan yang luas dan beum difungsikan sebagai tanaman sayur dan buah yang oada waktu nanti bisa difungsikan sebagai tanaman perindang. Setelah dari sosialisasi tersebut tentu saja tetap ada sosilisasi lanjutan pada minggu setelahnya namun disertai penjualan bibit yang ada, namun kita disini memberikan kepada warga sesuai dengan bibit apa yang mereka mau sehingga tidak memberatkan mereka dan bisa berfungsi sampai tahun ke depannya sehingga bisa mengurangi beban ibu rumah tangga atas kenaikan harga buah dan sayur yang meningkat dari tahun ke tahunnya. Dan diharapkan program ini akan terlihat keberlanjutanya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomis dan praktis nya. 

Dalam melaksanakan program rintisan kampung perindang tidak ditemukan kendala yang berarti di dalam acara maupun persiapan dimana waktu arisan sesuai seperti biasanya dan antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk hal tersebut karena kami mahasiswa KKN memfasilitasi mereka untuk mendaptkan bibit yang sesuai dengan kondisi tanah dan potensi yang mereka miliki.

(YUDHESTI WAHYU HARDIASIH - 10/299295/SP/24099)

Rintisan Kampung Perindang di RT 01, 02, 03, 04 05 dan 06 Dusun Pedes, kelurahan Argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul

Sosialisasi mengenai rintisan kampung perindang ini dilatarbelakangi  atas dasar melihat rumah warga yang pekarangannya masih sangat luas dan masih muat untuk ditanami tanaman apapun sehingga dapat memperindah kampung tersebut sekaligus atas dasar melihat harga sayur dan buah dimana buah bisa difungsikan sebagai perindang . pengetahuan atas masyarakat atas tempat pendistribusian tanaman perindang dan tanaman sayur yang ada sehingga dengan asas hal tersebut lah  kami selaku mahasiswa KKN berinisiatif untuk membuat program mengenai rintisan kampung perindang yang bsia diharpakan bisa berguna dan dengan mitra desa metes mereka menfasilitasi kami untuk mendapatkan bibit tersebut. Adapun pengayaan batin dan petualangan kemanusian yang bisa digali disini dimana kita melihat antusias masayarakat yang sangat tinggi atas adanya program tersebut sehingga bisa membuat kami memiliki perasaan dan dorongan yang cukup tinggi untuk membantu mereka di dalam memfasilitasi menanamkan tanaman buah yang bisa difungsikan sebagai tanaman perindang. Pengayaan batin dan petualangan manusia yang bisa dirasakan dalam program rintisan kampung perindang ini adalah dorongan dari kami yang merasakan bahwa anusiasme mereka dengan kondisi pekarangan luas namun hanya dapat difungsikan dengan tanaman bunga yang ada, namun tidak dapat difungsikan untuk sayur ataupun buah yang bisa difungsikan sebagai perindang dengan melihat kondisi tersebut kami akan mengusaahakan yang terbaik atas potensi dan kesadaranyang tinggi dari mereka. 
 
Kegiatan Rintisan kamum perindang ini dilaksanakan mulai dari minggu kedua taggal 14 juli 2013 di RT 03 melalui arisan ibu-ibu RT yang ada dengan mulai menceritakan bagaimana alasan dan tujuan kami ingin membuat program tersebut dengan paduan konsep dan penceritaan potensi yang ada agar mereka tertarik dan mereka merasa membutuhakan atas keberadaan tanaman perindang yang ada, dan
sosialisasi tersebut pun dilaksanakan jug apada RT yang lainnya pada minggu selanjutnya yaitu di RT 01, 05, 04, dan 06 pada arisan yang sudah terjadwalkan masing-masing. Dan dari 5  RT tersebut juga di sosialisasikan mengenai bibit perindang yang ada yang isiya oun juga sama dimana kami ingin membuat program yang sesuai dengan potensi yang mereka miliki yaitu lahan yang luas dan beum difungsikan sebagai tanaman sayur dan buah yang oada waktu nanti bisa difungsikan sebagai tanaman perindang. Setelah dari sosialisasi tersebut tentu saja tetap ada sosilisasi lanjutan pada minggu setelahnya namun disertai penjualan bibit yang ada, namun kita disini memberikan kepada warga sesuai dengan bibit apa yang mereka mau sehingga tidak memberatkan mereka dan bisa berfungsi sampai tahun ke depannya sehingga bisa mengurangi beban ibu rumah tangga atas kenaikan harga buah dan sayur yang meningkat dari tahun ke tahunnya. Dan diharapkan program ini akan terlihat keberlanjutanya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomis dan praktis nya. 

Dalam melaksanakan program rintisan kampung perindang tidak ditemukan kendala yang berarti di dalam acara maupun persiapan dimana waktu arisan sesuai seperti biasanya dan antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk hal tersebut karena kami mahasiswa KKN memfasilitasi mereka untuk mendaptkan bibit yang sesuai dengan kondisi tanah dan potensi yang mereka miliki.

(YUDHESTI WAHYU HARDIASIH - 10/299295/SP/24099)

Penyuluhan mengenai penyakit zoonosis dapat yang ditularkan melalui lingkungan yang tidak bersih

Istilah zoonosis telah dikenal untuk menggambarkan suatu kejadian penyakit infeksi pada manusia yang ditularkan dari hewan vertebrata. Hal inilah yang dewasa ini menjadi sorotan publik dan menjadi objek berbagai studi untuk mengkaji segala aspek yang berkaitan dengan wabah tersebut yang diharapkan nantinya akan diperoleh suatu sistem terpadu untuk pemberantasan dan penanggulangannya.    Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus misalnya penyakit mulut dan kuku pada sapi,  influenza pada unggas dan babi, dan rabies pada anjing, kucing, dan kera. Untuk penyakit mulut dan kuku pada sapi disebabkan oleh virus dari familia Picornaviridae. Jika manusia mengkonsumsi daging sapi yang terkena penyakit ini dapat mengakibatkan luka-luka koreng di tubuhnya yang nantinya akan mengakibatkan kelumpuhan dan bahkan kematian.

Sosialisasi Penyakit Zoonosis

Pembagian Pamflet

Bakteri penyebab Leptosirosis yaitu bakteri Leptospira sp. Leptospira bertahan dalam waktu yang lama di dalam ginjal hewan sehingga bakteri akan banyak dikeluarkan hewan lewat air kencingnya. Leptospirosis pada hewan dapat terjadi berbulan-bulan sedangkan pada manusia hanya bertahan selama 60 hari. Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air.  Kemampuan Leptospira untuk bergerak dengan cepat dalam  air menjadi salah satu faktor penentu utama ia dapat menginfeksi induk semang (host) yang baru. Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir. Di Indonesia, penularan paling sering terjadi melalui tikus pada kondisi banjir. Keadaan banjir menyebabkan adanya perubahan lingkungan seperti banyaknya genangan air, lingkungan menjadi becek, berlumpur, serta banyak timbunan sampah yang menyebabkan mudahnya bakteri Leptospira berkembang biak. 

Kegiatan ini  bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dalam hal penyediaan pamflet mengenai zoonosis. Mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Pedes mendapatkan bantuan berupa 20 lembar pamflet mengenai zoonosis dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantul yang akan dibagikan  ke warga Dusun Pedes.  Pengambilan  pamflet dilakukan pada tanggal  22 Juli 2013  di  Dinas Pertanian Kabupaten Bantul.  Prosedur pembagian ke masyarakat disebarkan bersamaan dengan pamflet daging ASUH baik secara personal maupun lewat arisan ibu-ibu RT. Antusiasme warga terhadap program ini cukup baik, yang ditandai dengan banyaknya ibu-bu yang lansung menyimpan pamflet dan antusias melakukan tanya jawab dengan mahasiswa KKN PPM UGM.

Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan program ini. Semua pihak sangat mendukung terlaksananya program ini. 

(YESICA NOVRIANI PURBA, S.K.H. - 12/341704/KH/7591)

Pemberian obat cacing pada hewan ternak besar di Dusun Pedes

Penyakit yang disebabkan oleh cacing merupakan kejadian yang cukup sering menyerang ternak sapi. Penyakit yang cukup sering menyerang sapi muda (pedet) dan biasanya terjadi pada musim hujan atau dalam kondisi lingkungan yang basah atau lembab ini umumnya disebabkan oleh cara pemeliharaan yang kurang diperhatikan sehingga infeksi yang parah dapat menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi. Pada peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan yang masih bersifat tradisional yakni dengan membiarkan ternaknya mencari pakan sendiri meskipun pada lingkungan yang disinyalir telah terkontaminasi dengan cacing akan lebih memudahkan ternak terinfestasi cacing ketimbang sapi yang dipelihara dengan sentuhan pemeliharaan modern.
Pengemasan Obat Cacing Serbuk ke Dalam Plastik

Pemberian Obat Cacing pada Sapi

Walaupun penyakit cacingan tidak langsung menyebabkan kematian, namun secara ekonomi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu tidak heran kalau penyakit cacingan ini sering disebut sebagai penyakit ekonomi. Ternyata cukup banyak, mulai dari penurunan berat badan, terhambatnya pertumbuhan pada sapi muda, penurunan kualitas daging, kulit dan jeroan pada ternak potong, penurunan produksi susu pada ternak perah dan bahaya penularan pada manusia.  Sebagian besar masyarakat di Pedes belum mengetahui pentingnya pemberian obat cacing kepada ternak. Dengan adanya program pemberian obat cacing, diharapkan pertumbuhan sapi menjadi lebih cepat dan gemuk.

Program pemberian obat cacing  ini berlansung berkat kerjasama antara KKN PPM UGM Subunit Pedes dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bantul  dan Poskeswan Pajangan, Bantul. Mahasiswa KKN PPM Subunit  Pedes menerima bantuan berupa 3.000 gram obat cacing LMS 200. Pengambilan desinfektan dilakukan pada tanggal 22 Juli 2013di Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dengan bantuan staf dari Poskeswan Pajangan. Persiapan meliputi pengemasan obat cacing ke dalam plastic sheet, dibedakan menjadi 3 kategori: sapi dewasa (1), anak sapi/pedet (2), dan kambing/domba (3). Khusus untuk obat cacing cair, lansung diberikan kepada hewan ternak dengan menggunakan spuit. Penyebaran obat cacing dilakukan dengan cara mengunjungi rumah warga yang memiliki ternak. Program ini dirasa cukup berhasil, terlihat dari antusiasme warga dalam menyambut dan bertanya jawab dengan mahasiswa KKN PPM UGM.

Program  ini terhambat oleh jumlah ternak yang banyak, peternak yang sedang tidak ada di rumah (sibuk bertani dan mencari makan untuk ternaknya) serta wilayah dusun yang sangat luas.

(YESICA NOVRIANI PURBA, S.K.H. - 12/341704/KH/7591)

Program desinfeksi terhadap kandang ayam

Disinfektan siap Dibagikan

Pengepakan Disinfektan
Avian Influenza atau yang sering disebut dengan Flu Burung merupakan salah satu penyakit utama unggas yang sering menyerang unggas dan dapat menyebar ke manusia dan mengakibatkan kematian. AI juga salah satu penyakit yang sedang berusaha diberantas oleh Pemerintah Indonesia akibat efeknya yang sangat merugikan baik untuk peternak maupun masyarakat.  Untuk mendapatkan kesuksesan dalam beternak ayam, salah satu yang memegang peranan penting adalah dalam hal biosecuritynya. Dan untuk kesuksesan biosecurity itu sendiri dibutuhkan beberapa tahapan yang harus diperhatikan. Tahap paling penting dari biosecurity unggas adalah program pembersihan dan desinfeksi kandang ayam yang dilakukan secara efektif. Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan bakteri pathogen (agen penyebab penyakit di lapangan).  Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat Dusun Pedes, sebagian besar masyarakat memiliki ayam dan ada keluhan dari warga mengenai banyaknya ayam yang mati akibat sakit. Hal itulah yang mendorong saya untuk memilih desinfeksi kandang ayam sebagai salah satu program.  Diharapkan dengan adanya program desinfeksi kandang ayam  ini, jumlah ayam yang sakit dapat menurun serta kebersihan kandang dapat lebih terjaga.

Program desinfeksi kandang ayam ini berlansung berkat kerjasama antara KKN PPM UGM Subunit Pedes dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bantul. Mahasiswa KKN PPM  Subunit Pedes menerima bantuan berupa 1 liter desinfektan dari Dinas Pertanian Bantul. Pengambilan desinfektan dilakukan pada tanggal 30 Juli 2013. Persiapan pelaksanaan program berupa pembelian botol plastik dengan ukuran 30 ml, desinfektan lalu dikemas kedalam botol. Desinfektan lalu dibagikan ke masyarakat dengan cara  door-to-door mulai tanggal 20 Agustus sampai 22  Agustus 2013.  Setiap pemilik ayam diberikan desinfektan sesuai jumlah kandang yang dimiliki dan diberi penjelasan mengenai cara pemakaiannya. Di beberapa RT, desinfektan dititipkan ke ketua RT karena jumlah warga yang memiliki ayam sulit diperkirakan. Secara garis besar program ini dirasa cukup berhasil, terlihat dari antusiasme warga dalam bertanya dan menyampaikan keinginan untuk segera memakainya.

Kurangnya pendataan mengenai jumlah ternak ayam yang ada di masing-masing RT sebelum pendistribusian terlaksana menyebabkan pendistribusian kurang merata.

(YESICA NOVRIANI PURBA, S.K.H. - 12/341704/KH/7591)

Penyuluhan mengenai bahan pangan yang ASUH

.Pada masa sekarang ini, di saat harga bahan pokok terutama daging mengalami kenaikan, banyak ditemukan adanya daging ayam tiren, daging sapi glonggongan dan ada juga penjual nakal yang menjual daging sapi yang dicampur dengan daging babi.  Penyediaan daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani yang  terus meningkat khususnya di pasar tradisional hingga saat ini belum banyak mendapat perhatian sehingga aspek kualitas daging cenderung terabaikan. Padahal situasi pasar tradisonal dengan segala kegiatan dan kondisi lingkungannya justru memiliki potensi kontaminasi yang tinggi terhadap daging yang dijajakan. Oleh sebab itu, perlu adanya sosialisasi mengenai bahan pangan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) agar masyarakat dapat terhindar dari kecurangan yang dilakukan penjual, dan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga

  Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dalam hal penyediaan pamflet mengenai daging ASUH. Mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Pedes mendapatkan bantuan berupa 20 lembar  pamflet  mengenai daging ASUH dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantul yang akan dibagikan ke ibu-ibu warga Dusun Pedes. Pengambilan  pamflet  dilakukan pada tanggal  22 Juli 2013  di Dinas Pertanian Kabupaten Bantul. Prosedur pembagian ke masyarakat disebarkan baik secara personal maupun lewat arisan ibu-ibu per-RT. Antusiasme warga terhadap program ini cukup baik, yang ditandai dengan banyaknya ibu-bu yang lansung menyimpan pamflet dan antusias melakukan tanya jawab dengan mahasiswa KKN PPM UGM.

     Kendala yang dihadapi dalam program ini adalah  terbatasnya jumlah pamflet yang dimiliki sehingga harus diperbanyak dengan mesin fotocopy. Padahal ibu-ibu sebaiknya diberikan pamflet berwarna agar dapat membedakan bahan pangan melalui gambar.

(YESICA NOVRIANI PURBA, S.K.H. - 12/341704/KH/7591)

Sosialisasi dan workshop mengenai proses pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos.

Dalam bidang pertanian, tanah mempunyai arti yang sangat penting dilihat dari kemampuannya untuk menyediakan unsur hara/makanan bagi tanaman dengan jumlah yang tepat sehingga  dapat menghasilkan produk yang optimum.  Kesuburan tanah adalah mutu tanah untuk bercocok tanam, yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat fisika, kimia, dan biologi bagian tubuh tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif bagi tanaman.  Untuk memperoleh  produktivitas yang tinggi pada pertanian tidak hanya dibutuhkan kesuburan tanah tetapi bagaimana seorang petani mampu mengolah lahannya dan mengatur ketersediaan unsur hara yang ada.

Salah satu cara untuk menjaga kesuburan tanah adalah dengan melakukan pemupukan. Pemupukan adalah pemberian bahan kepada tanah untuk memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah, serta mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dengan tujuan mendapatkan produktivitas pertanian yang maksimal. Di masa sekarang ini banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik karena kepraktisannya. Mereka belum banyak menyadari bahwa pupuk anorganik justru bisa menurunkan kualitas tanah dan produktivitasnya di masa mendatang jika pemakaiannya berlebihan. Selain itu masalah lain dari pupuk  anorganik adalah harganya yang relatif mahal,   serta ketersediaannya yang kadang menyulitkan petani hingga terjadi kelangkaan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengubahan pola penggunaan pupuk anorganik dengan pupuk organik, salah satunya yaitu dengan menggunakan kompos.
Pendataan Ternak

Pelatihan Pembuatan Kompos

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Kompos sendiri dapat dibuat dari bahan-bahan organik seperti kotoran ternak baik kotoran sapi, kambing, ayam, kuda, kerbau dan sebagainya,   sisa-sisa pertanian seperti hasil pangksasn sisa tanaman (tanaman kacang-kacangan/legum), jerami padi, sampah kota, sampah rumah tangga, sampah pasar, hijau-hijauan, dan limbah industri.

Kotoran sapi maupun kotoran kambing merupakan bahan yang mempunyai kandungan unsur hara lengkap dengan proporsi yang berbeda dan saling melengkapi satu sama lain. Selain mengandung unsur-unsur makro (Nitrogen, Fosfor, Kalium) juga mengandung unsur-unsur mikro (kalium, Magnesium, serta sejumlah kecil mangan, tembaga, borium dll) yang dapat menyediakan unsur-unsur atau zat makanan bagi kepentingan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Selain itu, pupuk kompos dari bahan kotoran sapi dan kotoran kambing memiliki kelebihan yaitu memperbaiki sifat fisik, kimia, serta biologi tanah, menaikkan daya serap tanah terhadap air, menaikkan kondisi kehidupan di dalam tanah serta sebagai sumber zat makanan bagi tanaman. Berdasarkan hasil observasi, terlihat kotoran sapi masih banyak yang belum diolah, bahkan menumpuk di dalam kandang. Kondisi seperti itu akan mempengaruhi kesehatan ternak dan peternak yg biasa memelihara sapi di sebelah rumahnya. Hal inilah  yang mendorong saya untuk membuat program pemamfaatan kotoran ternak men jadi kompos.

  Kegiatan ini bekerjasama dengan P.T. Pertamina, dimana P.T. Pertamina menyediakan alat serta fasilitator untuk pelatihan pembuatan kompos.  Program diawali dengan kerja bakti sekaligus pengecekan kompos yang telah dibuat di salah satu RT dengan bahan sisa-sisa limbah rumah tangga. Sensus ternak dilakukan untuk mengetahui jumlah sapi yang bisa dijadikan sebagai sumber utama bahan pembuatan kompos.  Workshop dan pelatihan pembuatan kompos dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2013, dengan menggunakan fasilitator yang telah disiapkan oleh P.T. Pertamina. Program ini dirasa cukup berhasil, karena terlihat antusiasme warga dalam pelatihan pembuatan kompos.

    Kurangnya komunikasi dengan pihak P.T. Pertamina sebagai mitra, sehingga menyebabkan kurang sinkronisasi program dengan pihak Mahasiswa KKN PPM UGM. Banyak masyarakat yang pesimis akan program kompos karena sebelumnya ada pihak dari luar yang telah melaksanakan program yang sama, dan meninggalkan kesan yang tidak baik. Hal ini membuat motivasi dan semangat warga berkurang.

(YESICA NOVRIANI PURBA, S.K.H. - 12/341704/KH/7591)

Sosialisasi Pemasaran Kerajinan Tangan Melalui Website

Program ini merupakan program interdisipliner yang bekerjasama dengan kluster Sains Teknik untuk membuat konten website serta kluster teknik yang membuat peta pedukuhan Pedes, Sedayu ini. Program pembuatan website ini bertujuan sebagai sarana pengenalan serta penjualan bagi warga pedukuhan Pedes yang ingin mengembangkan di bidang usaha ini, sehingga dapat memberikan  income yang cukup lumayan untuk mecukupi kehidupan sehari – hari, sekaligus memasukkan peta kedalam website sehingga orang lain yang melihat web ini dapat berkunjung ke pedukuhan Pedes dan dapat melihat kerajinan – kerajinan yang telah dibuat oleh warga pedukuhan Pedes sendiri. Masyarakat lain yang tertarik dapat saja datang dan meminta pelatihan pembuatan kerajinan tangan ini.


Pembuatan website pertama kali melakukan pemilihan desain yang hendak digunakan  sebagai  background  website tersebut, kemudian memberikan struktur  – struktur serta tambahan untuk memperjelas bagian website tersebut. Pembuatan website ini dilakukan kurang lebih 6 hari membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan uji coba komponen – komponen yang ada pada website tersebut. Uji coba website dengan melakukan input data kedalam website berupa artikel dan foto dan dilihat hasilnya apakah sudah benar dan rapi atau belum, jika masih ada yang salah dilakukan perbaikan sehingga website ini enak dipandang.

Pemasaran yang dilakukan hanya menampilkan hasil kerajinan yang telah dibuat oleh  Ibu  –  Ibu warga Pedes kemudian masyarakat dapat melihat lihat model melalui website yang telah dibuat dan bagi masyarakat yang mungkin ingin membeli dapat datang ke pedukuhan Pedes atau melalui nomor telepon yang tertera pada website untuk cara pengantaran ke daerah yang diinginkan atau melalui media online seperti Facebook.  Alamat website yang telah dibuat yaitu pedessedayu.wordpress.com  dan untuk pengelolaan website ini diserahkan sepenuhnya oleh pemuda pemudi yang ada di Pedes ini dan jika ada warga yang ingin melakukan upload gambar hasil kerajinan yang telah dibuat dapat menghubungi pemuda pemudi Pedes untuk membantu Ibu  –  Ibu sehigga koordinasi yang dapat berjalan dengan baik. Pemuda pemudi pedes pun juga sudah diberikan pengarahan terlebih dahulu dan pelatihan dalam melakukan pengolahan website ini sehingga kedepannya para pemuda pemudi ini dapat meneruskan website yang telah dibuat serta mungkin dapat memajukan pedukuhan Pedes ini dengan artikel  –  artikel yang berhubungan dengan pedukuhan Pedes atau dengan memperkenalkan UMKM   - UMKM yang ada di pedukuhan Pedes ini seperti pekerjaan pengelasan yang dirintis oleh pemuda pemudi Pedes  untuk mendatangkan income yang dapat membantu kas organisasi mereka.

Dalam pelaksanaan program pembuatan website ini  secara keseluruhan pelaksanaan program ini berjalan lancar, dengan di dukung jaringan internet yang mencukupi sehingga pembangunan website ini bisa selesai sesuai dengan rencana.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Pembuatan Kerajinan Tangan Berbahan Dasar Sampah Anorganik

Program ini merupakan program tema yang bersifat interdispliner. Program ini berinterdispliner dengan Sains Teknik.  Program ini bertujuan untuk  memanfaatkan limbah anorganik yang sulit terurai menjadi kerajinan tangan yang bernilai lebih dan dapat memanfaatkan waktu luang bagi ibu – ibu yang hanya berada di rumah saja. Sampah  –  sampah anorangik seperti tas plastik  yang berwarna warni dapat diubah menjadi kerajinan tangan yang indah seperti bunga berserta tangkainya, bros, tas tangan, dsb. Pertama - tama pelatihan dimulai dengan memberikan video mengenai cara –  cara mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan tangan  yang bagus, kemudian bahan – bahan yang telah dibawa oleh masing – masing warga disiapkan. Sampah tas plastik  atau kresek tersebut di potong  pada bagian sisi sisi kresek tersebut menjadi helaian panjang dan tangkai atau pegangan dari tas plastik tersebut digunting sehingga terlihat persegi panjang atau lembaran kresek yang cukup panjang, kemudian tas kresek tersebut  diatasnya diberikan kertas  pilus  kemudian di gosok dengan setrika  secara perlahan – lahan dengan suhu setrika yang tidak terlalu panas, cukup panas saja hingga
tas kresek tersebut menjadi keras dan kaku dan siap  di gunting atau dibentuk sesuai dengan kebutuhan atau keinginan.  Tas kresek yang digunakan dapat ditumpuk  – tumpuk untuk memberikan gradasi warna yang diinginkan, seperti untuk membuat warna abu – abu diperlukan tas kresek berwarna hitam serta tas kresek berwarna putih. Tas tersebut ditumpuk menjadi satu, digosok, jika sudah keras plastik tersebut siap dibentuk sesuai kebutuhan. 







Bentuk dari kerajinan tangan yang dilakukan yaitu bentuk bunga dimana untuk tangkai dan kelopak telah disediakan oleh mahasiswa KKN PPM UGM, untuk daun dibentuk dari plastik  tersebut serta bros, kalung dan bando, namun untuk bros, kalung dan bando hanya diberikan pelatihan dasar saja dikarenakan bahan yang diberikan tidak mencukupi da nada bahan – bahan yang juga kurang, kemudian bunga  – bunga yang telah jadi di tancapkan pada tangkai kemudian diberi daun dengan menggunakan lem sehingga bunga dari kerajinan tangan berbahan dasar sampah organik khususnya tas kresek telah jadi dan siap untuk dijadikan koleksi maupun dijual oleh warga. Pelatihan kerajinan tangan ini mendatangkan warga yang sudah berpengalaman dalam pembuatan kerajinan ini sehingga para warga yang hadir pun sangat terbantu dengan ibu  –  ibu dari desa Metes yang sudah menguasai kerajinan ini. Trainer yang diundang terdapat 3 orang yaitu Ibu Erni, Ibu Jun dan Ibu Yences. Peserta yang ikut ibu –  ibu dari RT 01 hingga RT 06  yang memiliki keinginan untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan ini antara lain Ibu Eny Sukamsih, Ibu Asih, Ibu Tus, Ibu Sumiyah, Ibu Rini, Ibu Tari, Ibu Wiwit, Ibu Ajeng, Ibu Puput, Ibu Tri Maryani, Ibu Susi, Ibu Retno, Ibu Suratini, Ibu Kasiah, Ibu Marsini,  Ibu Sri Utami, Ibu Marwanti  dan Ibu Dewi. Kegiatan ini dilakukan pada 28 Juli 2013 pukul 13.00 kemudian berlanjut kepada arisan ibu  –  ibu setiap RT sehingga ibu  –  ibu yang pada tanggal 28 Juli 2013 tidak dapat hadir bisa mengetahui cara pembuatan kerajinan  tersebut. Total peserta yang datang pada tanggal tersebut sebanyak 18 orang. Pelatihan ini berlangsung sukses dan warga sekitar pun masing  – masing dapat membuat kerajian tangan tersebut dengan baik.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Sosialisasi Penanganan Limbah Padat dan Cair Industri Tahu dan Tempe

Program ini merupakan program  pertama dan utama klaster Agro.  Sosialiasi pelatihan penanganan limbah ini dilakukan dengan tujuan sebagai pemberian informasi kepada masyarakat sekitar mengenai dampak bahaya dari limbah padat cair tempe maupun tahu serta mengenalkan manfaat yang dapat digunakan dari limbah padat dan cair yang berasal dari  industry tahu dan tempe. Jumlah industri tahu yang ada di pedukuhan Pedes ini yaitu 3 sedangkan industry tempe ada 1. Industry tahu sendiri RT 05 terdapat 2 dan RT 02 terdapat 1 industri, sedangkan industry tempe sendiri terdapat di RT 05 saja. Sosialisasi  ini dilakukan guna memberikan wawasan mengenai limbah yang dihasilkan dari industry tahu dan tempe. Sosialisasi ini tidak hanya pada pemilik industry saja melainkan warga sekitar juga agar masyarakat sekitar juga mengetahui sisi positif dan negatif dari limbah yang dihasilkan.
Sosialisasi di RT 05

Rancangan IPAL

Komponen Penyusun Bak Air

Banyak cara untuk memanfaatkan limbah dari tempe dan tahu antara lain seperti yang dilakukan oleh Bapak Sobari yang menggunakan limbah padat dari tahu atau ampas tahu yang padat untuk pakan sapi yang dimilikinya, namun ada juga pemilik industry yang hanya membuang langsung kesungai yang nantinya akan mencemari lingkungan serta merusak ekosistem sungai tersebut. Dampak yang muncul akibat limbah tersebut dibuang ke sungai seperti menyebabkan polusi udara karena bau limbah yang asam, air  sungai menjadi keruh, kemudian ikan  –  ikan akan banyak yang mati karena kekurangan oksigen, dsb. Pelatihan ini  hanya memfokuskan untuk mengurangi sisi negatif dari limbah yang dihasilkan supaya memiliki nilai lebih  dan memiliki nilai jual yang tinggi daripada hanya dibuang ke sungai yang malah berdampak buruk.  Pelatihan ini juga memberikan solusi untuk mengubah air limbah menjadi air  yang lebih aman untuk ekosistem di sungai tersebut. Adapun susunan instlasi yang digunakan yaitu bak penampung dengan ukuran 2 m3, bak trap dengan volum 2 m3, bak filter dengan volum 2 m3, bak anerob dengan volum 4 m3, bak koagulasi dengan volum 4 m3, bak control dengan volum 4 m3, outlet.   

Bak atau kolam filter sendiri ada komponen penyusunnya lagi seperti batu koral yang paling bawah kemudian atasnya kerikil, arang, pecahan kaca, serabut kelapa, pasir halus, serabut kelapa kemudian air limbah yang masuk.  Rasio ketinggian komponen bak filter tersebut yaitu serabut kelapa: 3, Pasir Halus: 3, Penyaring: 50 mesh, Serabut Kelapa: 4, Pecahan Kaca: 4, Arang: 3, Kerikil: 2, Batu Koral: 3 Sosialiasi dan pelatihan  ini membutuhkan  waktu keseluruhan 3 minggu. Sosialiasi pelatihan penanganan limbah ini dilakukan di pedukuhan Pedes khususnya di RT 02 dan RT 05. Pelaksanaan dihadiri oleh ketua RT 05, RT 02 serta peserta antusias mengikuti pelatihan limbah ini.

(ROBBY FERNANDO - 10/300326/TP/09801)

Rintisan Kampung Sayur dan Buah

Berdasarkan observasi selama satu minggu, didapati bahwa pada beberapa RT ternyata daerahnya masih banyak terdapat pekarangan yang luas serta halaman rumah yang masih luas tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Semisal seperti ditanami tanaman yang produktif. Melihat potensi tersebut saya ingin mencoba mengembangkan konsep Kampung Sayur dan Buah. Nantinya diharapkan  tiap rumah tangga memiliki tanaman sayur dan buah sendiri untuk konsumsi sendiri sehingga tidak perlu lagi membeli di luar cukup memetik dari kebun sendiri. Apalagi melihat kondisi sekarang ini, harga sayur dan buah yang melonjak tinggi. Rintisan Kampung Sayur dan Buah. Hal ini tentunya dapat dijadikan terobosan baru untuk menciptakan kemandirian pangan yang tentunya sehat dan mudah.
Penawaran Bibit di Arisan Ibu-Ibu

Persiapan Pendistribusian Bibit

Program ini bekerjasama dengan Desa Metes selaku mitra kami dalam pelaksanaan kkn kami dengan tema lingkungan kritis. Program ini saya awali dengan konsultasi dengan mitra terkait bibit sayur dan buah yang tersedia. Setelah mendapatkan kepastian barulah saya menawarkan bibit buah dan sayur kepada ibu-ibu warga Pedes melalui forum arisan tiap RT. Untuk kemudian di list jumlah bibit yang di pesan, dan varietasnya. Setelahnya dilakukan pemesanan bibit sayur dan buah bekerjasama dengan Desa Metes. Kemudian pesanan bibit kita sebar ke warga melalui RT. Jadi, setiap warga mengambil di Rumah Ketua RT masing-masing. 

Kendala dalap pelaksanaan program ini:
1.  Desa Metes selaku mitra penyalur bibit mengalami keterlambatan pada saat pengiriman.
2.  Ada beberapa bibit yang di  terima  tidak sesuai dengan  yang dipesan karena distributor bibit ternyata tidak  bisa menyediakannya.
3.  Distribusi bibit yang mepet hari-H Idul Fitri

(INGGAR MAYANG S. - 10/305117/SP/24363)

Kamis, 29 Agustus 2013

Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair Produktif (PCP) dari Limbah Cair Industri Tempe

Program ini merupakan program yang bersifat interdisipliner dari klaster Agro dengan klaster Soshum. Pembuatan pupuk cair produktif ini berasal dari bahan limbah cair rebusan kedelai bahan baku untuk pembuatan tempe yang terdapat di Rt 4 industri tempe rumahan di pedukuhan Karanglo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pembuatan pupuk cair produktif ini memanfaatkan limbah cair industri tempe untuk diolah menjadi pupuk cair produktif. Selama ini libah cair dari industri tempe hanya untuk pakan ternak dan selebihnya dibuang  ke selokan  begitu saja sehingga dapat mencemari lingkungan. Untuk  mengurangi pembuangan limbah yang dapat mencemari lingkungan, maka  limbah cair industri  tempe tersebut dapat berguna kembali.  Limbah tersebut diolah kembali menjadi pupuk cair produktif yang akan menjadi solusi  dalam  mengurangi  pembuangan limbah,  terlebih lagi sebagian masyarakat Karanglo masih bermatapencaharian sebagai petani. Limbah cair diperoleh dari industri tempe yang terletak di RT 04. Kemudian dilakukan pembuatan pupuk cair produktif. Selanjutnya dilakukan kegiatan sosialisasi dan pembinaan pembuatan pupuk cair di beberapa RT dan industri tempe. 

a.  Observasi, meliputi:
-  Survey industry pangan dusun Karanglo
-  Mencari materi pemanfaatan limbah cair industri tempe
-  Memohon izin kepada pemilik industry tempe untuk meminta limbah cair
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Pembuatan pupuk cair.
-  Menjelaskan kemanfaatan limbah cair industry tempe
-  Menjelaskan cara pembuatan pupuk cair produktif
 
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat saya laporkan bahwa telah berjalan dengan baik. Hanya saja respon atau tanggapan warga terhadap program kurang baik. Warga kurang antusias dengan program terutama warga perumahan, dikarenakan industri  tempe yang ada di Karanglo tidak banyak. Bagi pemilik industry tempe sendiri cenderung lebih memilih memanfaatkan limbah cairnya menjadi pakan ternak, dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan kemampuan.

(NURROHMAN - 10/299359/SP/24110)

Pembuatan pupuk cair produktif (PCP) dari limbah cair industri tempe

Pembuatan pupuk cair produktif ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk memanfaatkan limbah cair industri tempe yang ada di dusun Karanglo.  Limbah cair industri tempe belum dapat diolah dengan baik sehingga dapat mencemari lingkungan. Selama ini limbah cair hanya dijadikan sebagai pakan ternak dan sebagian lagi di buang ke perairan dekat industri. Alternatif menjadikan limbah cair menjadi pupuk cair merupakan salah satu solusi pencegahan pencemaran lingkungan, terlebih lagi sebagian masyarakat Karanglo masih bermatapencaharian sebagai petani. Limbah cair diperoleh dari industri tempe yang terletak di RT 04. Kemudian dilakukan pembuatan pupuk cair produktif. Selanjutnya dilakukan kegiatan sosialisasi dan pembinaan pembuatan pupuk cair di beberapa RT dan industri tempe.  




a.  Observasi, meliputi:
-  Survey industry pangan dusun Karanglo
-  Mencari materi pemanfaatan limbah cair industri tempe
-  Memohon izin kepada pemilik industry tempe untuk meminta limbah cair
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Pembuatan pupuk cair.
-  Menjelaskan kemanfaatan limbah cair industry tempe
-  Menjelaskan cara pembuatan pupuk cair produktif
 
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat saya laporkan bahwa telah berjalan dengan baik. Hanya saja respon atau tanggapan warga terhadap program kurang baik. Warga kurang antusias dengan program terutama warga perumahan, dikarenakan industri  tempe yang ada di Karanglo tidak banyak. Bagi pemilik industry tempe sendiri cenderung lebih memilih memanfaatkan limbah cairnya menjadi pakan ternak, dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan kemampuan.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Sosialisasi mengenai cara penetasan telur itik yang baik


Kendala yang banyak dihadapi oleh para warga adalah persentase telur yang menetas masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 20% dari semua telur yang diinkubasi, yang berhasil menetas dengan baik. Selain itu, terdapat masalah lain yaitu manajemen pemeliharaan itik yang masih sangat sederhana. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan kegiatan penyuluhan mengenai manajemen itik untuk membantu masyarakat dalam memecahkan masalahnya.  Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan mengenai cra penetasan telur itik yang benar dan manajemen pemelihaan itik yang baik.  Program ini diselenggarakan berdasarkan permintaan dari anggota dan pengurus Kelompok  Penetasan Telur Itik ”Lestari Makmur” Desa Argomulyo. 

  Program penyuluhan ini diselenggarakan pada tanggal 7 Juli 2013 bertempat di rumah bapak  Suwarjo selaku Ketua Kelompok Penetasan Itik Desa Argomulyo. Acara ini dapat berjalan dengan  sukses berkat kerja sama antara mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Karanglo dengan pakar yang berkompeten di bidangnya, yaitu Bapak Djalman dari GAPOKTAN selaku pembicara/nara sumber dan peran serta masyarakat yang menyambut baik pelaksanaan penyuluhan ini. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi materi mengenai manajemen pemeliharaan dan kesehatan itik, serta pengobatan secara alternatif terhadap unggas terutama  itik  peliharaan masyarakat. Kegiatan ini mendapat tanggapan yang sangat baik dari masyarakat, terutama undangan yang hadir. Hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dari para undangan dan diskusi yang sangat seru dengan pembicara. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai manajemen pemeliharaan dan kesehatan ayam buras, sehingga masalah-masalah yang selama ini ada dapat teratasi.. Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan acara maupun dalam persiapan. Hal ini dikarenakan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, terbukti dari 21 undangan yang kami sebar, dengan 10 orang perwakilan dari Desa Argomulyo semuanya hadir.  

  Kegiatan ini sangat didukung oleh anggota kelompok penetasan telur itik karena sejauh ini prosentasi keberhasilan penetasan itik masih sangat rendah yaitu hanya berkisar 20%.

Sosialisasi pemanfaatan komoditas dusun dan limbah pertanian menjadi olahan


Sosialisasi pemanfaatan komoditas dusun beserta limbahnya menjadi olahan pangan dilakukan di empat tempat dengan peserta sosialisasi mayoritas ibu – ibu rumah tangga.  Sosialisasi berupa pembagian buku petunjuk aneka olahan pangan memanfaatkan komoditas dusun (pisang, kulit pisang, dan limbah cair industri tempe) menjadi aneka olahan pangan. Penulis menjelaskan isi buku petunjuk beserta kemanfaatannya, lalu ada sesi diskusi atau tanya jawab dimana peserta sosialisa bisa
bertanya mengenai hal – hal yang tidak dimengerti.  

a.  Observasi, meliputi:
-  Survey komoditas dusun Karanglo
-  Survey industri pengan kecil yang ada di dusun Karanglo
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan buku petunjuk olahan pangan.
-  Membagikan buku petunjuk olahan pangan
-  Menjelaskan kandungan gizi yang dimiliki bahan pertanian
-  Menjelaskan isi buku petunjuk olahan pangan
-  Melakukan sesi tanya jawab dengan peserta
 
c.  Evaluasi
Pelaksanaan program ini berjalan dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta terutama ibu –  ibu. Mereka banyak bertanya mengenai teknis pembuatan yang tercantum di dalam buku petunjuk olahan pangan.   Jalannya acara sosialisasi berlangsung dengan lancar dan baik. Namun untuk praktik teknis pengolahan pangan belum dapat terealisasikan dikarenakan beberapa hal seperti keterbatasan waktu, tempat pelaksanaan, dan alat – alat yang dimiliki.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Pengenalan cara pemakaian alat dan bahan pemupukan (komposter)


Sampah oraganik berupa dedaunan dan sisa makanan banyak penulis temukan di padukuhan Karanglo. Sampah tersebut tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat. Warga biasanya membakar sampah dedaunan beserta sisa-sisa makanan. Sampah organic dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk organic baik secara komunal maupun menggunakan alat komposter. Agar masyarakat mengerti bagaimana cara pembuatan pupuk, dan fungsi dari alat dan bahan pemupukan, maka penulis melakukan pengenalan alat pemupukan kepada masyarakat. Alat pemupukkan berupa set komposter, dan bahan pemupukan berupa inokulan. Program ini penulis lakukan dengan bekerjasama dengan anggota kkn ilmu disiplin (kluster) lain yaitu teknik dan sosio-humaniora.

a.  Observasi, meliputi:
-  Pengamatan kebersihan lingkungan dukuh Karanglo
-  Belajar mengenai fungsi alat dan pemupukan.
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Menyiapkan  perangkat percontohan alat dan bahan pemupukan seperti komposter dan inokulan.
-  Mengumpulkan para warga dukuh Karanglo.
-  Memberikan penjelasan tentang fungsi bahan pemupukan.
-  Memberikan penjelasan tentang bagaimana cara penggunaan alat komposter.
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat  saya laporkan bahwa program tersebut berjalan dengan baik. Masyarakat telah mengetahui bahan pemupukan yang dibutuhkan sepeti inokulan cair berupa EM 4 dan fungsinya. Masyarakat mengetahui cara penggunaan komposter. Sebagian masyarakan aktif bertanya mengenai cara penggunaan alat komposter.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Penyuluhan pertanian vertikultur Padukuhan Karanglo




Program ini diadakan untuk memperkenalkan cara bertanam yang mudah dengan memanfaatkan limbah atau sampah anorganik sepertik plastik. Limbah plastic merupakan limbah anorganik rumah tangga yang percepatan tambahan jumlahnya sangat cepat dan banyak. Salah satu solusi  untuk mengatasinya yaitu dengan memanfaatkan limbah plastic sebagai wadah tanam. Teknik bertanam vertikultur memanfaatkan plastic sebagai wadah tanaman yang kemudian disusun secara vertical. Teknik ini cocok untuk tanaman berumur pendek seperti sayuran. Vertikltur cocok bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan untuk bercocok tanam. Kegiatan yang berlangsung yaitu acara pemberian materi cara bertanam vertikultur yang diberikan oleh praktisi lingkungan Bpk. Fajar Basuki.  
 
a.  Observasi, meliputi: 
     -  Pengamatan lingkungan padukuhan Karanglo

b.  Pelaksanaan, meliputi: 
     -  Sosialisasi cara bertanam vertikultur yang diberikan oleh pemateri Bpk. Fajar Basuki.
 
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program ini,  dapat saya laporkan bahwa program  tidak berjalan cukup baik. Belum ada warga yang menerapkan cara bertanam vertikultur di kediamannya hingga waktu akhir periode pelaksanaan KKN.

Namun, Beberapa warga tidak tertarik dengan kegiatan,  tidak ada contoh cara bertanam secara vertikultur. Walaupun sudah ada kerjasama dengan mitra yang handal.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Pelayanan Terpadu Hewan (Yanduwan) Ternak Dusun Karanglo

 Program ini dilakukan berdasarkan hasil survei saat awal KKN, dimana kondisi ternak yang kurang optimal dalam pemeliharaan.  Selain itu juga adanya keluhan dari petani peternak di Dusun Karanglo  tentang adanya masalah reproduksi dan kesehatan  ternak. Maka sebab itu, kami mengadakan pemeriksaan kesehatan hewan, dengan pemberian obat cacing, multivitamin, serta pemeriksaan kebuntingan (PKB) sehingga diharapkan mengoptimalkan ternak dalam pemeliharaan. Yanduwan dilaksanakan oleh peserta KKN-PPM UGM 2013  sub  dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul  dibawah pengawasan Dokter Hewan  Puskeswan Pajangan. Kegiatan ini sekaligus sebagai wujud pengabdian pada masyarakat yang diselenggarakan  oleh Puskeswan Pajangan. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan ini dilakukan secara serentak di  beberapa  Dusun  Desa  Argomulyo, warga sangat antusias akan pelaksanaan program ini.

  Pada tanggal 29 Juli 2013 Yanduwan dilaksanakan di Dusun Karanglo, acara dilakukan  dengan berkunjung ke masing  - masing kandang warga dari pukul 11.00-15.00. Tercatat ada kurang lebih 72 ekor kambing yang mendapat suntikan kesehatan secara umum (obat cacing, vitamin B-1). 

  Yanduwan yang dilaksanakan di Dusun  Karanglo tidak  dikenakan  biaya. Tidak ada hambatan yang berarti dalan pelaksanaan yanduwan, hal ini dikarenakan kita didampingi oleh pertwakilan kelompok ternak yang sudah mendata ternak yang akan diperiksa pada hari sebelumnya. Perwakilan dari kelompok ternak juga mengantarkan kita kandang warga, sehingga pelaksanaan yanduwan berjalan dengan lancar. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini adalah kesulitan dalam teknis pelaksanaan.  Kendalanya yaitu  ternak yang ada di masyarakat yang tidak “dikeluh” sehingga menyulitkan handling dan restrain dalam pelaksanaan pemeriksaan.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Lomba Menggiring Bola Pingpong


Lomba Menggiring Bola Ping-Pong
Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-68 merupakan peringatan sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Perayaan hari kemerdekaan ini selalu disambut hangat oleh seluruh warga Indonesia. Salah satu cara yang biasa dilakukan dalam rangka memperingati HUT RI adalah dengan mengadakan lomba-lomba 17-an. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat melatih kreativitas dan sportifitas dari warga.

Hal ini sangat baik untuk ditanamkan pada anak-anak agar dapat melatih pola pikirnya yang bertumbuh seiring dengan umurnya. Adapun lomba yang dilaksanakan yaitu  menggiring bola pingpong. Lomba ini menuntut kesabaran, kecermatan, dan ketelitian peserta untuk menggiring bola pingpong, kecepatan, akurasi tendangan, dan jiwa sportifitas. 

  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2013 bertempat di halaman Bapak Dukuh Karanglo dan dilaksanakan dari mulai jam setengah 4 sampai jam setengah 5. Lomba ini diikuti oleh anak-anak sejumlah 62 orang dan pemuda 46 orang. Warga sangat antusias megikuti kegiatan ini. Dari kegiatan ini diperoleh hasil juara 1,2,3 untuk kategori anak-anak putri dan putra serta pemuda.  

  Adanya dukungan penuh dari Bapak Kepala Dusun Karanglo serta antusiasme yang tinggi dari anak-anak, orangtua, dan pemuda sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Pendataan Jumlah Ternak dan Jenisnya Tahun 2013 di Dusun Karanglo


Sensus Ternak di Dusun Karanglo
Program ini dilaksanakan guna mendapat update terbaru mengenai jumlah dan jenis  ternak di Dusun Karanglo. Dari hasil data yang didapat dapat melengkapi data-data sosial dari Dusun Karanglo, sehingga di waktu yang akan datang dapat dilakukan tindak lanjut yang paling tepat dari pihak-pihak yang berwenang. Kegiatan ini didukung penuh oleh segenap perangkat desa dan tokoh masyarakat terutama oleh anggota-anggota dari kelompok ternak karena diharapkan akan ada pembinaan lebih lanjut mengenai manajemen pemeliharaan ternak. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Karanglo, Desa Argomulyo  selama minggu ke 2 dan minggu ke 3.  Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada Kepala Dukuh dan Ketua Kelompok ternak kambing PE
mengenai potensi peternakan yang dapat digali di Dusun Karanglo.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan borang sensus ternak
-  Pelaksanaan sensus ternak  

d)  Evaluasi, meliputi:
  Dari kegiatan yang telah dilaksanakan menunjukkan unggas merupakan potensi peternakan yang saat ini paling banyak dikembangkan oleh warga. Potensi ternak hewan besar seperti sapi sudah sangat jarang dikembangkan hal ini mengingat lahan yang sudah sempit yang bisa digunakan untuk kandang mengingat dusun Karanglo sudah memiliki kepadatan penduduk yang sedang. Selain itu, minim nya ternak besar di Dusun ini disebabkan keluhan dari masyarakat tentang bau kotoran ternak yang dapat menyebabkan polusi udara. Ternak yang juga dikembangkan di dusun ini adalah kambing peranakan etawa. Hal ini dikarenakan anggapan warga yang memandang sisi ekonomis pada pemeliharaan kambing etawa yang dinilai mampu menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi dari pemeliharaan ternak berkaki empat yang lain. Hal-hal yang menunjang untuk potensi peternakan juga masih cukup terutama pakan ternak. Pengolahan produk hasil peternakan juga sudah dilakukan seperti pengolahan susu kambing. Dari hasil sensus ini yang dirasa masih memerlukan program yang berlanjut adalah pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak dan pembuatan xilase pakan ternak.

  Hal-hal yang mendukung kegiatan ini seperti dukungan dari perangkat desa dan tokoh masyarakat, dan terutama warga sehingga program ini dapat berjalan dengan baik.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)