Tampilkan postingan dengan label esti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label esti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Agustus 2013

Sosialisasi mengenai cara penetasan telur itik yang baik


Kendala yang banyak dihadapi oleh para warga adalah persentase telur yang menetas masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 20% dari semua telur yang diinkubasi, yang berhasil menetas dengan baik. Selain itu, terdapat masalah lain yaitu manajemen pemeliharaan itik yang masih sangat sederhana. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan kegiatan penyuluhan mengenai manajemen itik untuk membantu masyarakat dalam memecahkan masalahnya.  Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan mengenai cra penetasan telur itik yang benar dan manajemen pemelihaan itik yang baik.  Program ini diselenggarakan berdasarkan permintaan dari anggota dan pengurus Kelompok  Penetasan Telur Itik ”Lestari Makmur” Desa Argomulyo. 

  Program penyuluhan ini diselenggarakan pada tanggal 7 Juli 2013 bertempat di rumah bapak  Suwarjo selaku Ketua Kelompok Penetasan Itik Desa Argomulyo. Acara ini dapat berjalan dengan  sukses berkat kerja sama antara mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Karanglo dengan pakar yang berkompeten di bidangnya, yaitu Bapak Djalman dari GAPOKTAN selaku pembicara/nara sumber dan peran serta masyarakat yang menyambut baik pelaksanaan penyuluhan ini. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi materi mengenai manajemen pemeliharaan dan kesehatan itik, serta pengobatan secara alternatif terhadap unggas terutama  itik  peliharaan masyarakat. Kegiatan ini mendapat tanggapan yang sangat baik dari masyarakat, terutama undangan yang hadir. Hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dari para undangan dan diskusi yang sangat seru dengan pembicara. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai manajemen pemeliharaan dan kesehatan ayam buras, sehingga masalah-masalah yang selama ini ada dapat teratasi.. Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan acara maupun dalam persiapan. Hal ini dikarenakan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, terbukti dari 21 undangan yang kami sebar, dengan 10 orang perwakilan dari Desa Argomulyo semuanya hadir.  

  Kegiatan ini sangat didukung oleh anggota kelompok penetasan telur itik karena sejauh ini prosentasi keberhasilan penetasan itik masih sangat rendah yaitu hanya berkisar 20%.

Pelayanan Terpadu Hewan (Yanduwan) Ternak Dusun Karanglo

 Program ini dilakukan berdasarkan hasil survei saat awal KKN, dimana kondisi ternak yang kurang optimal dalam pemeliharaan.  Selain itu juga adanya keluhan dari petani peternak di Dusun Karanglo  tentang adanya masalah reproduksi dan kesehatan  ternak. Maka sebab itu, kami mengadakan pemeriksaan kesehatan hewan, dengan pemberian obat cacing, multivitamin, serta pemeriksaan kebuntingan (PKB) sehingga diharapkan mengoptimalkan ternak dalam pemeliharaan. Yanduwan dilaksanakan oleh peserta KKN-PPM UGM 2013  sub  dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul  dibawah pengawasan Dokter Hewan  Puskeswan Pajangan. Kegiatan ini sekaligus sebagai wujud pengabdian pada masyarakat yang diselenggarakan  oleh Puskeswan Pajangan. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan ini dilakukan secara serentak di  beberapa  Dusun  Desa  Argomulyo, warga sangat antusias akan pelaksanaan program ini.

  Pada tanggal 29 Juli 2013 Yanduwan dilaksanakan di Dusun Karanglo, acara dilakukan  dengan berkunjung ke masing  - masing kandang warga dari pukul 11.00-15.00. Tercatat ada kurang lebih 72 ekor kambing yang mendapat suntikan kesehatan secara umum (obat cacing, vitamin B-1). 

  Yanduwan yang dilaksanakan di Dusun  Karanglo tidak  dikenakan  biaya. Tidak ada hambatan yang berarti dalan pelaksanaan yanduwan, hal ini dikarenakan kita didampingi oleh pertwakilan kelompok ternak yang sudah mendata ternak yang akan diperiksa pada hari sebelumnya. Perwakilan dari kelompok ternak juga mengantarkan kita kandang warga, sehingga pelaksanaan yanduwan berjalan dengan lancar. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini adalah kesulitan dalam teknis pelaksanaan.  Kendalanya yaitu  ternak yang ada di masyarakat yang tidak “dikeluh” sehingga menyulitkan handling dan restrain dalam pelaksanaan pemeriksaan.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Lomba Menggiring Bola Pingpong


Lomba Menggiring Bola Ping-Pong
Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-68 merupakan peringatan sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Perayaan hari kemerdekaan ini selalu disambut hangat oleh seluruh warga Indonesia. Salah satu cara yang biasa dilakukan dalam rangka memperingati HUT RI adalah dengan mengadakan lomba-lomba 17-an. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat melatih kreativitas dan sportifitas dari warga.

Hal ini sangat baik untuk ditanamkan pada anak-anak agar dapat melatih pola pikirnya yang bertumbuh seiring dengan umurnya. Adapun lomba yang dilaksanakan yaitu  menggiring bola pingpong. Lomba ini menuntut kesabaran, kecermatan, dan ketelitian peserta untuk menggiring bola pingpong, kecepatan, akurasi tendangan, dan jiwa sportifitas. 

  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2013 bertempat di halaman Bapak Dukuh Karanglo dan dilaksanakan dari mulai jam setengah 4 sampai jam setengah 5. Lomba ini diikuti oleh anak-anak sejumlah 62 orang dan pemuda 46 orang. Warga sangat antusias megikuti kegiatan ini. Dari kegiatan ini diperoleh hasil juara 1,2,3 untuk kategori anak-anak putri dan putra serta pemuda.  

  Adanya dukungan penuh dari Bapak Kepala Dusun Karanglo serta antusiasme yang tinggi dari anak-anak, orangtua, dan pemuda sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Pendataan Jumlah Ternak dan Jenisnya Tahun 2013 di Dusun Karanglo


Sensus Ternak di Dusun Karanglo
Program ini dilaksanakan guna mendapat update terbaru mengenai jumlah dan jenis  ternak di Dusun Karanglo. Dari hasil data yang didapat dapat melengkapi data-data sosial dari Dusun Karanglo, sehingga di waktu yang akan datang dapat dilakukan tindak lanjut yang paling tepat dari pihak-pihak yang berwenang. Kegiatan ini didukung penuh oleh segenap perangkat desa dan tokoh masyarakat terutama oleh anggota-anggota dari kelompok ternak karena diharapkan akan ada pembinaan lebih lanjut mengenai manajemen pemeliharaan ternak. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Karanglo, Desa Argomulyo  selama minggu ke 2 dan minggu ke 3.  Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada Kepala Dukuh dan Ketua Kelompok ternak kambing PE
mengenai potensi peternakan yang dapat digali di Dusun Karanglo.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan borang sensus ternak
-  Pelaksanaan sensus ternak  

d)  Evaluasi, meliputi:
  Dari kegiatan yang telah dilaksanakan menunjukkan unggas merupakan potensi peternakan yang saat ini paling banyak dikembangkan oleh warga. Potensi ternak hewan besar seperti sapi sudah sangat jarang dikembangkan hal ini mengingat lahan yang sudah sempit yang bisa digunakan untuk kandang mengingat dusun Karanglo sudah memiliki kepadatan penduduk yang sedang. Selain itu, minim nya ternak besar di Dusun ini disebabkan keluhan dari masyarakat tentang bau kotoran ternak yang dapat menyebabkan polusi udara. Ternak yang juga dikembangkan di dusun ini adalah kambing peranakan etawa. Hal ini dikarenakan anggapan warga yang memandang sisi ekonomis pada pemeliharaan kambing etawa yang dinilai mampu menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi dari pemeliharaan ternak berkaki empat yang lain. Hal-hal yang menunjang untuk potensi peternakan juga masih cukup terutama pakan ternak. Pengolahan produk hasil peternakan juga sudah dilakukan seperti pengolahan susu kambing. Dari hasil sensus ini yang dirasa masih memerlukan program yang berlanjut adalah pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak dan pembuatan xilase pakan ternak.

  Hal-hal yang mendukung kegiatan ini seperti dukungan dari perangkat desa dan tokoh masyarakat, dan terutama warga sehingga program ini dapat berjalan dengan baik.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Sosialisasi dan Workshop Bahan Pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal)


Sosialisasi Bahan  Pangan ASUH di Pedukuhan Karanglo
Maraknya pemalsuan bahan pangan asal hewan dan penggunaan bahan pengawet untuk pangan yang dapat merusak kesehatan masyarakat menjadi alasan diadakannya kegiatan ini.  Program ini diadakan guna meningkatkan pengetahuan akan bahan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan halal dikalangan ibu-ibu dusun Karanglo. Kegiatan ini ditujukan untuk para Ibu Rumah Tangga karena dilihat bahwa bahan pangan yang  hendak dikonsumsi oleh para anggota keluarga dipersiapkan oleh para Ibu-ibu. Kegiatan ini dapat memberikan gambaran mengenai bahan makanan apa saja yang tepat untuk diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat sehingga setelah adanya program ini masyarakat dapat  mengolah bahan makanan yang terbaik untuk kesehatan. Program ini juga dilengkapi dengan workshop mengenai bahan pangan ASUH yang dapat menunjang pengetahuan masyarakat.

 Acara diikuti oleh 25 orang dan berlangsung dari jam 10 sampai jam 12.  Ibu-ibu peserta sangat antusias terhadap adanya kegiatan ini, terlebih lagi kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop  pengenalan daging-daging ASUH sehingga para peserta dapat secara langsung membedakan mana daging yang ASUH dan yang bukan. Pada kegiatan ini juga  dilengkapi dengan pemberian leaflet mengenai daging ASUH sehingga suatu saat nanti leaflet tersebut akan membantu pemahaman dan pengetahuan kembali bagi para Ibu-ibu. 

Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada warga masyarakat di RT 9 dan 10.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mencari bahan dan perlengkapan untuk kegiatan
-  Pembuatan leaflet Bahan Pangan ASUH
-  Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2013

c)  Evaluasi, meliputi:
  Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat masyarakat begitu tertarik terhadap kegiatan ini karena masyarakat yang sebelumnya telah memiliki kesadaran akan bahaya dan penularan penyakit zoonosis.

 Antusiasme dari peserta yang sangat tinggi pada kegiatan ini serta fasilitator yang sangat baik dari perangkat desa menjadikan dukungan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan ini.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Program Desinfeksi terhadap Kandang Ayam


Pengepakan desinfektan untuk Kandang Ayam
Keberadaan kandang unggas yang berlokasi di dekat rumah diakui atau pun tidak memiliki dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Dampak buruk yang pasti ada adalah bau kotoran ayam yang menimbulkan polusi udara. Selain dampak tersebut dampak yang tidak kalah penting adalah bahaya penyakit zoonosis dari unggas yang sewaktu-waktu dapat menginfeksi  manusia akibat manajemen pemeliharaan yang salah. Salah satu cara untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis adalah dengan meningkatkan sanitasi kandang ayam. Peningkatan sanitasi kandang ayam dapat dilakukan dengan melakukan desinfeksi kandang unggas.

KKN PPM UGM BTL 12 bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul sepakat untuk melaksanakan desinfeksi kandang ayam di Dusun Karanglo, karena daerah persebaran kandang unggas di Dusun Karanglo ini cukup merata dan terpisah-pisah, maka program ini dilaksanakan dengan membagikan desinfektan yang disertai dengan petunjuk dan indikasi penggunaan desinfektan tersebut. Selain itu dilengkapi pula dengan sumber informasi serta nomer kontak dari dinas pertanian dan kehutanan Kabupaten atau pihak-pihak terkait sehingga sewaktu ada masalah dengan ternaknya dapat segera ditangani.

Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Mengelilingi Dusun Karanglo untuk melihat lokasi kandang ternak
-  Pendataan jumlah unggas untuk pengajuan jumlah desinfektan ke Dipertahut

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Pengambilan desinfektan ke Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul
-  Pengepakan desinfektan
-  Pembagian desinfektan

c)  Evaluasi, meliputi:
  Dari kegiatan yang telah dilakukan terlihat masyarakat menjadi lebih sadar mengenai kesehatan kandang ternak peliharaannya dan lebih waspada akan kesehatan keluarga mereka yang memiliki kandang ternak bersebelahan dengan rumahnya.

Kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan ayam buras sudah cukup baik, warga sudah memperhatikan kesehatan masyarakat dan lingkungan yang dihubungkan dengan keberadaan kandang unggas yang berlokasi di dekat rumah warga.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Penyuluhan mengenai Penyakit Zoonosis yang Menular Melalui Sampah


 Sosialisasi penyakit zoonosis
Penyakit zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penyakit zoonosis yang akhir-akhir sering semakin marak mengharuskan masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran penyakit ini.  Desa Argomulyo sendiri merupakan salah satu desa di Kabupaten Bantul yang endemik Leptospirosis. Mortalitas atau tingkat kematian yang ditibulkan dari penyakit ini sangat tinggi. Penyakit yang ditularkan melalui tikus ini masih menjadi masalah yang cukup besar di Kabupaten Bantul. Tidak dapat dipungkiri salah satu hal yang dapat meningkatkan kejadian penyakit ini adalah sampah yang menimbun.  Sampah yang menimbun dapat menggangu kesehatan individu maupun masyarakat yang dapat menjadi sarang pertumbuhan hama penyakit dan menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga lebih mudah teserang penyakit.  Sampah yang menimbun tentu saja diakibatkan oleh adanya  pengelolaan sampah yang belum tepat dan belum
tertangani dengan benar.

 Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2013 pada saat pertemuan Ibu-ibu padukuhan. Kegiatan ini diperuntukan untuk Ibu-ibu karena Ibu-ibu memiliki peran yang  sangat besar dalam pengelolaan sampah rumah tangganya serta dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya.  Antusiasme warga cukup tinggi terhadap pelaksanaan program ini terutama juga bagi warga-warga yang sebelumnya telah sedikit tahu mengenai penyakit zoonosis ini. Program ini juga merupakan program permintaan dari warga sendiri. Peserta penyuluhan cukup aktif dalam melakukan dialog interaktif. Tindaklanjut dari kegiatan ini yakni pembagian leaflet mengenai kegiatan zoonosis yang dapat menular via sampah, sehingga masyarakat dapat mengetahui hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini.

 Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada warga masyarakat dan anggota kelompok ternak.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mencari bahan dan perlengkapan untuk kegiatan
-  Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2013

c)  Evaluasi, meliputi:
  Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat masyarakat begitu tertarik terhadap kegiatan  ini karena masyarakat yang sebelumnya telah memiliki kesadaran akan bahaya dan penularan penyakit zoonosis.

 Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit zoonosis yang telah ada sebelumnya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat terjadi komunikasi dua arah yang baik antara peserta dan pembicara.

Workshop Pengolahan Kotoran Ternak menjadi Pupuk Kompos

Pembuatan Pupuk Kompos di Dusun Karanglo


Pelaksanaan kegiatan ini didasari dari permintaan warga yang mengeluh terjadinya penurunan kualitas lahan di Dusun Karanglo  yang  semakin parah dari tahun ke tahun hal sehingga menyebabkan penurunan produksi pertanian. Penurunan produksi pertanian terutama padi ini  tentu sangat merugikan masyarakat yang sebagian besar masih mengandalkan hasil pertanian untuk kelangsungan  hidupnya.

Salah satu upaya untuk mengembalikan kualitas tanah adalah penggunaan pupuk organik sebagai pengganti dari pupuk kimia yang terindikasi merusak kualitas tanah. Pembuatan pupuk organik ini dilakukan dengan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos untuk pertanian.  Sebelumnya sosialisasi mengenai pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos ini telah dilakukan dan untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut dilakukan workshop sehingga masyarakat mampu melaksanakan pembuatan pupuk kompos ini di rumah masing-masing.

 Pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan kualitas  tanah. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yakni perwakilan masyarakat dari Dusun Karanglo dan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2013 di rumah Bapak Dukuh. Proses pengolahan pupuk kompos ini membutuhkan waktu selama 2 bulan. Setiap 3 hari sekali pupuk kompos ini harus dikontrol suhunya untuk memastikan agar suhu tetap berada pada kisaran optimal untuk. Respon masyarakat cukup baik dari kegiatan ini, hal ini terlihat dari peserta yang antusias untuk mengikuti kegiatan workshop  ini dan menindaklanjuti kegiatan  ini dilakukan pula workshop di RT 4 dan RT 9. Di lokasi yang berbeda ini warga pun antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada ketua kelompok ternak dan ketua-ketua RT
-  Mengelilingi area dusun Karanglo untuk melakukan observasi langsung terhadap kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan kotoran ternak.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Bertemu dengan pembicara
-  Menyerahkan surat undangan kepada anggota kelompok ternak, Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat.
-  Mencari bahan dan perlengkapan untuk kegiatan
-  Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2013

c)  Evaluasi, meliputi: 
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat masyarakat begitu tertarik untuk melakukan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Hal ini terlihat dari adanya warga yang secara langsung meminta percontohan untuk pembuatan pupuk kompos ini di rumah masing-masing. 

Hal-hal yang mendukung kegiatan ini diantaranya sambutan yang baik dari perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat terhadap adanya kegiatan ini. Adanya inisiatif dari masyarakat sendiri untuk menindaklanjuti kegiatan ini. Hal yang lain yang tidak kalah penting yakni tersedianya bahan baku berupa kotoran ternak  yang dapat digunakan untuk proses pembuatan pupuk kompos.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Sosialisasi mengenai Pengolahan Kotoran Ternak menjadi Pupuk Kompos


Sosialisasi pembuatan pupuk kompos
Penurunan kualitas lahan di Dusun Karanglo ini semakin parah dari tahun ke tahun hal ini menyebabkan penurunan produksi  pertanian. Penurunan produksi pertanian terutama padi ini tentu sangat merugikan masyarakat yang sebagian besar masih mengandalkan hasil pertanian untuk kelangsungan hidup warga dan keluarganya. Salah satu upaya untuk mengembalikan kualitas tanah adalah penggunaan pupuk organik sebagai pengganti dari pupuk kimia yang terindikasi merusak kualitas tanah. Pembuatan pupuk organik ini dilakukan dengan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos untuk pertanian. 

Kegiatan ini diikuti  oleh peserta yakni perwakilan masyarakat dari Dusun Karanglo dan dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2013 di rumah Bapak Dukuh. Respon masyarakat cukup baik dari kegiatan ini, hal ini terlihat dari peserta yang antusias melakukan dialog interaktif dengan pembicara dan secara langsung meminta untuk dilakukan pecontohan pembuatan pupuk kompos di beberapa RT. 

Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada ketua kelompok ternak dan ketua-ketua RT
-  Mengelilingi area  dusun Karanglo untuk melakukan observasi langsung terhadap kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan kotoran ternak.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Bertemu dengan pembicara
-  Menyerahkan surat undangan kepada anggota kelompok ternak, Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat.
-  Mencari bahan dan perlengkapan untuk kegiatan
-  Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2013

c)  Evaluasi, meliputi: 
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat masyarakat begitu tertarik untuk melakukan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Hal ini terlihat dari adanya warga yang secara langsung meminta percontohan untuk pembuatan pupuk kompos ini di rumah masing-masing.
 
Hal-hal yang mendukung kegiatan ini diantaranya sambutan yang baik dari perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat terhadap adanya kegiatan ini. Adanya inisiatif dari masyarakat sendiri untuk menindaklanjuti kegiatan ini. Hal yang lain yang tidak kalah penting yakni tersedianya bahan baku berupa kotoran ternak yang dapat digunakan untuk proses pembuatan pupuk kompos.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Sosialisasi Mengenai Jenis-jenis Sampah


Sosialisasi jenis-jenis sampah
Letak geografis dusun Karanglo yang berada di Jalan Raya Jogja - Wates dan di wilayah Ring 11 TBBM Pertamina Rewulu menyebabkan daerah ini memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan lahan kritis. Daerah yang merupakan kawasan peralihan dari desa ke kota ini mengalami penurunan kualitas lahan pekarangan maupun pertanian. Hal ini apabila terus dibiarkan akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Hasil observasi memperlihatkan adanya penurunan produksi pertanian yang ditengarai penyebabnya adalah kerusakan lingkungan. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah proses pengelolaan sampah. Mengingat daerah ini  merupakan peralihan dari desa ke  kota, masyarakat mengalami masalah dalam pengelolaan sampah yakni percepatan perbanyakan sampah plastik dan tidak adanya lahan untuk pembuangan sampah. Maka dari itu sebelum melakukan pengelolaan sampah, terlebih dahulu diperlukan pengetahuan mengenai jenis-jenis sampah.

Kegiatan ini berupa sosialisasi mengenai jenis-jenis sampah yang dilaksanakan di rumah Bapak Dukuh Karanglo pada tanggal 14 Juli 2013. Kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik berkat kerja sama mahasiswa KKN PPM UGM BTL 12 Sub Unit I Karanglo dengan Bapak Fadjar Basoeki selaku pembicara. Jumlah peserta yang  hadir pada pertemuan ini yakni 24  orang. Respon warga terhadap kegiatan ini cukup baik. Warga terlihat antusias selama kegiatan sosialisasi. Hal ini terlihat dari adanya dialog interaktif yang baik antara warga dan pembicara.  Menindaklanjuti kegiatan ini, kami langsung turun ke rumah-rumah perwakilan tiap RT untuk melakukan pemilahan sampah.

Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada kepala dusun dan ketua-ketua RT 
-  Mengelilingi area dusun Karanglo untuk melakukan observasi langsung
terhadap kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga
mereka.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Bertemu dengan pembicara
-  Menyerahkan surat undangan kepada Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat
-  Mencari bahan dan perlengkapan untuk kegiatan
-  Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2013

c)  Evaluasi, meliputi:
  Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat masyarakat masih belum begitu tertarik untuk melakukan kegiatan pemilahan sampah di rumah masing-masing. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya juga masih sangat kurang. Pada saat kegiatan ini berlangsung warga terlihat antusias, tetapi pada saat kami memantau langsung di rumah-rumah program ini belum dilaksanakan, meskipun sudah ada beberapa rumah tangga dari beberapa RT yang akan melaksanakan kegiatan pemilahan sampah ini. 

Kegiatan sosialisasi ini juga dilaksanakan pada beberapa pertemuan RT yakni di RT 7, 8, dan RT 9 dan 10. Melalui kegiatan ini seluruh warga di RT tersebut dapat mengetahui jenis-jenis sampah dan dapat menerapkannya di rumah masing-masing. Warga pun terlihat sangat antusias.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini banyak hal-hal yang mendukung yaitu sambutan dan penerimaan yang baik dari masyarakat setempat sehingga mempermudah dalam masa observasi di lingkungan sekitar  melalui perbincangan dengan masyarakat setempat. Selain itu adanya mitra sangat membantu terlaksananya program ini.Namun begitu, masih terdapat kendala pada kegiatan ini diantaranya jumlah perwakilan antar RT yang tidak semuanya bisa datang dan kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memilah sampah rumah tangganya.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)