Tampilkan postingan dengan label asih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Agustus 2013

Tes kesehatan buta warna di sekolah kecamatan Sedayu

Tes buta warna merupakan bagian dari serangkaian kegiatan  screening  yang dilakukan oleh Puskesmas Sedayu yang bekerjasama oleh KKN-PPM Unit BTL-12. Tes ini dilaksanakan di  SMK St Paulus, SMP Pangudi Luhur Sedayu, dan SMA Pangudi Luhur Sedayu. Tes buta warna dilakukan dengan bantuan alat buku  ishihara, dimana siswa diminta untuk membaca angka atau pola bewarna diantar warna – warna yang ada di dalam buku. Apabila siswa dikategorikan buta warna kemudian dituliskan di formulir pemeriksaan kesehatan siswa tersebut.
 
a.  Observasi, meliputi:
-  Koordinasi dengan pihak Puskesmas Sedayu
-  Mempelajari tes buta warna
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Rapat atau briefing koordinasi dengan Puskesmas
-  Koordinasi dengan pihak sekolah
-  Melakukan tes buta warna
-  Melakukan pencatatan hasil tes
 
c.  Evaluasi:
Kegiatan tes buta warna berjalan dengan baik. Seluruh siswa di sekolah – sekolah yang penulis kunjugi telah melakukan tes buta warna. Namun sebaiknya rangkaian tes kesehatan  (screening)  tidak dilakukan di dalam ruang kelas, melainkan terpisah dari ruang kelas, sehingga screening berjalan kondusif.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Nonton film bersama

Kegiatan nonton film bersama dilakukan untuk mengisi kegiatan takjil jamaah mesjid Al-Falah. Peserta nonton film bersama mayoritas adalah anak – anak. Kegiatan berlangsung selama dua jam dengan memutar film keagamaan seperti cerita atau kisah Rasul.  Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai  –  nilai keagaaman bagi peserta.  Kegiatan berlangsung dengan baik. Namun sebagian anak  –  anak kurang memperhatikan film dan mengobrol dengan temannya. Hal ini mungkin dikarenakan ketidak tertarikan dengan film, suara film yang tidak terlalu dikenal.
 



a.  Observasi, meliputi:
-  Koordinasi dengan Takmir Masjid Al-Falah
-  Rapat Kordinasi dengan PEMUKA
-  Mencari tema film
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan acara nonton film
-  Pemutaran film
-  Menjelaskan hikmah yang diambil dari film yang diputar
 
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat saya laporkan bahwa telah berjalan dengan  baik. Sebagian anak  –  anak antusias dan tertib ketika pemutaran film. Sebagian anak – anak dapat menceritakan hikmah dari film yang diputar. Karena kekurangsiapan peralatan pendukung, seperti speaker, membuat jalannya acara sedikit terganggu.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Lomba 17 Agustus-an Pecah Air

Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan serangkaian perlombaan 17 Agustusa-an. Salah satu perlombaan yang diadakan yaitu lomba pecah air. Peserta perlombaan dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu kategori putra TK – kelas 3 SD, putra kelas 3 SD – 6 SD, putri TK – kelas 3 SD, dan putri kelas 3 SD – 6 SD.  
 


a.  Observasi, meliputi:
-  Rapat koordinasi dengan PEMUKA
-  Melakukan pendaftaran peserta
-  Membeli perlengkapan perlombaan yang dibutuhkan
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan perlengkapan perlombaan
-  Pelaksanaan lomba pecah air
-  Pencatatan pemenang lomba 

c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat saya laporkan bahwa telah berjalan dengan  sangat  baik.  Warga antusias mengikuti dan meonton ketika perlombaan berlangsung. Seluruh warga yang hadir ikut bersorak menyemangati peserta lomba. Halangan yang ada, seperti banyaknya plastik yang pecah sebelum lomba, masih bisa diatasi. Sehingga tidak mempengaruhi kemeriahan lomba.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Pembuatan pupuk cair produktif (PCP) dari limbah cair industri tempe

Pembuatan pupuk cair produktif ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk memanfaatkan limbah cair industri tempe yang ada di dusun Karanglo.  Limbah cair industri tempe belum dapat diolah dengan baik sehingga dapat mencemari lingkungan. Selama ini limbah cair hanya dijadikan sebagai pakan ternak dan sebagian lagi di buang ke perairan dekat industri. Alternatif menjadikan limbah cair menjadi pupuk cair merupakan salah satu solusi pencegahan pencemaran lingkungan, terlebih lagi sebagian masyarakat Karanglo masih bermatapencaharian sebagai petani. Limbah cair diperoleh dari industri tempe yang terletak di RT 04. Kemudian dilakukan pembuatan pupuk cair produktif. Selanjutnya dilakukan kegiatan sosialisasi dan pembinaan pembuatan pupuk cair di beberapa RT dan industri tempe.  




a.  Observasi, meliputi:
-  Survey industry pangan dusun Karanglo
-  Mencari materi pemanfaatan limbah cair industri tempe
-  Memohon izin kepada pemilik industry tempe untuk meminta limbah cair
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Pembuatan pupuk cair.
-  Menjelaskan kemanfaatan limbah cair industry tempe
-  Menjelaskan cara pembuatan pupuk cair produktif
 
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat saya laporkan bahwa telah berjalan dengan baik. Hanya saja respon atau tanggapan warga terhadap program kurang baik. Warga kurang antusias dengan program terutama warga perumahan, dikarenakan industri  tempe yang ada di Karanglo tidak banyak. Bagi pemilik industry tempe sendiri cenderung lebih memilih memanfaatkan limbah cairnya menjadi pakan ternak, dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan kemampuan.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Sosialisasi pemanfaatan komoditas dusun dan limbah pertanian menjadi olahan


Sosialisasi pemanfaatan komoditas dusun beserta limbahnya menjadi olahan pangan dilakukan di empat tempat dengan peserta sosialisasi mayoritas ibu – ibu rumah tangga.  Sosialisasi berupa pembagian buku petunjuk aneka olahan pangan memanfaatkan komoditas dusun (pisang, kulit pisang, dan limbah cair industri tempe) menjadi aneka olahan pangan. Penulis menjelaskan isi buku petunjuk beserta kemanfaatannya, lalu ada sesi diskusi atau tanya jawab dimana peserta sosialisa bisa
bertanya mengenai hal – hal yang tidak dimengerti.  

a.  Observasi, meliputi:
-  Survey komoditas dusun Karanglo
-  Survey industri pengan kecil yang ada di dusun Karanglo
 
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Mempersiapkan buku petunjuk olahan pangan.
-  Membagikan buku petunjuk olahan pangan
-  Menjelaskan kandungan gizi yang dimiliki bahan pertanian
-  Menjelaskan isi buku petunjuk olahan pangan
-  Melakukan sesi tanya jawab dengan peserta
 
c.  Evaluasi
Pelaksanaan program ini berjalan dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta terutama ibu –  ibu. Mereka banyak bertanya mengenai teknis pembuatan yang tercantum di dalam buku petunjuk olahan pangan.   Jalannya acara sosialisasi berlangsung dengan lancar dan baik. Namun untuk praktik teknis pengolahan pangan belum dapat terealisasikan dikarenakan beberapa hal seperti keterbatasan waktu, tempat pelaksanaan, dan alat – alat yang dimiliki.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Pengenalan cara pemakaian alat dan bahan pemupukan (komposter)


Sampah oraganik berupa dedaunan dan sisa makanan banyak penulis temukan di padukuhan Karanglo. Sampah tersebut tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat. Warga biasanya membakar sampah dedaunan beserta sisa-sisa makanan. Sampah organic dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk organic baik secara komunal maupun menggunakan alat komposter. Agar masyarakat mengerti bagaimana cara pembuatan pupuk, dan fungsi dari alat dan bahan pemupukan, maka penulis melakukan pengenalan alat pemupukan kepada masyarakat. Alat pemupukkan berupa set komposter, dan bahan pemupukan berupa inokulan. Program ini penulis lakukan dengan bekerjasama dengan anggota kkn ilmu disiplin (kluster) lain yaitu teknik dan sosio-humaniora.

a.  Observasi, meliputi:
-  Pengamatan kebersihan lingkungan dukuh Karanglo
-  Belajar mengenai fungsi alat dan pemupukan.
b.  Pelaksanaan, meliputi:
-  Menyiapkan  perangkat percontohan alat dan bahan pemupukan seperti komposter dan inokulan.
-  Mengumpulkan para warga dukuh Karanglo.
-  Memberikan penjelasan tentang fungsi bahan pemupukan.
-  Memberikan penjelasan tentang bagaimana cara penggunaan alat komposter.
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program tersebut dapat  saya laporkan bahwa program tersebut berjalan dengan baik. Masyarakat telah mengetahui bahan pemupukan yang dibutuhkan sepeti inokulan cair berupa EM 4 dan fungsinya. Masyarakat mengetahui cara penggunaan komposter. Sebagian masyarakan aktif bertanya mengenai cara penggunaan alat komposter.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)

Penyuluhan pertanian vertikultur Padukuhan Karanglo




Program ini diadakan untuk memperkenalkan cara bertanam yang mudah dengan memanfaatkan limbah atau sampah anorganik sepertik plastik. Limbah plastic merupakan limbah anorganik rumah tangga yang percepatan tambahan jumlahnya sangat cepat dan banyak. Salah satu solusi  untuk mengatasinya yaitu dengan memanfaatkan limbah plastic sebagai wadah tanam. Teknik bertanam vertikultur memanfaatkan plastic sebagai wadah tanaman yang kemudian disusun secara vertical. Teknik ini cocok untuk tanaman berumur pendek seperti sayuran. Vertikltur cocok bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan untuk bercocok tanam. Kegiatan yang berlangsung yaitu acara pemberian materi cara bertanam vertikultur yang diberikan oleh praktisi lingkungan Bpk. Fajar Basuki.  
 
a.  Observasi, meliputi: 
     -  Pengamatan lingkungan padukuhan Karanglo

b.  Pelaksanaan, meliputi: 
     -  Sosialisasi cara bertanam vertikultur yang diberikan oleh pemateri Bpk. Fajar Basuki.
 
c.  Evaluasi
Dari pelaksanaan program ini,  dapat saya laporkan bahwa program  tidak berjalan cukup baik. Belum ada warga yang menerapkan cara bertanam vertikultur di kediamannya hingga waktu akhir periode pelaksanaan KKN.

Namun, Beberapa warga tidak tertarik dengan kegiatan,  tidak ada contoh cara bertanam secara vertikultur. Walaupun sudah ada kerjasama dengan mitra yang handal.

(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)