Tes buta warna merupakan bagian dari serangkaian kegiatan screening yang dilakukan oleh Puskesmas Sedayu yang bekerjasama oleh KKN-PPM Unit BTL-12. Tes ini dilaksanakan di SMK St Paulus, SMP Pangudi Luhur Sedayu, dan SMA Pangudi Luhur Sedayu. Tes buta warna dilakukan dengan bantuan alat buku ishihara, dimana siswa diminta untuk membaca angka atau pola bewarna diantar warna – warna yang ada di dalam buku. Apabila siswa dikategorikan buta warna kemudian dituliskan di formulir pemeriksaan kesehatan siswa tersebut.
a. Observasi, meliputi:
- Koordinasi dengan pihak Puskesmas Sedayu
- Mempelajari tes buta warna
- Koordinasi dengan pihak Puskesmas Sedayu
- Mempelajari tes buta warna
b. Pelaksanaan, meliputi:
- Rapat atau briefing koordinasi dengan Puskesmas
- Koordinasi dengan pihak sekolah
- Melakukan tes buta warna
- Melakukan pencatatan hasil tes
- Rapat atau briefing koordinasi dengan Puskesmas
- Koordinasi dengan pihak sekolah
- Melakukan tes buta warna
- Melakukan pencatatan hasil tes
c. Evaluasi:
Kegiatan tes buta warna berjalan dengan baik. Seluruh siswa di sekolah – sekolah yang penulis kunjugi telah melakukan tes buta warna. Namun sebaiknya rangkaian tes kesehatan (screening) tidak dilakukan di dalam ruang kelas, melainkan terpisah dari ruang kelas, sehingga screening berjalan kondusif.
Kegiatan tes buta warna berjalan dengan baik. Seluruh siswa di sekolah – sekolah yang penulis kunjugi telah melakukan tes buta warna. Namun sebaiknya rangkaian tes kesehatan (screening) tidak dilakukan di dalam ruang kelas, melainkan terpisah dari ruang kelas, sehingga screening berjalan kondusif.
(ASIH RACHMAYANTI - 10/300159/TP/09777)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar