Kamis, 29 Agustus 2013

Workshop Pengolahan Kotoran Ternak menjadi Pupuk Kompos

Pembuatan Pupuk Kompos di Dusun Karanglo


Pelaksanaan kegiatan ini didasari dari permintaan warga yang mengeluh terjadinya penurunan kualitas lahan di Dusun Karanglo  yang  semakin parah dari tahun ke tahun hal sehingga menyebabkan penurunan produksi pertanian. Penurunan produksi pertanian terutama padi ini  tentu sangat merugikan masyarakat yang sebagian besar masih mengandalkan hasil pertanian untuk kelangsungan  hidupnya.

Salah satu upaya untuk mengembalikan kualitas tanah adalah penggunaan pupuk organik sebagai pengganti dari pupuk kimia yang terindikasi merusak kualitas tanah. Pembuatan pupuk organik ini dilakukan dengan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos untuk pertanian.  Sebelumnya sosialisasi mengenai pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos ini telah dilakukan dan untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut dilakukan workshop sehingga masyarakat mampu melaksanakan pembuatan pupuk kompos ini di rumah masing-masing.

 Pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan kualitas  tanah. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yakni perwakilan masyarakat dari Dusun Karanglo dan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2013 di rumah Bapak Dukuh. Proses pengolahan pupuk kompos ini membutuhkan waktu selama 2 bulan. Setiap 3 hari sekali pupuk kompos ini harus dikontrol suhunya untuk memastikan agar suhu tetap berada pada kisaran optimal untuk. Respon masyarakat cukup baik dari kegiatan ini, hal ini terlihat dari peserta yang antusias untuk mengikuti kegiatan workshop  ini dan menindaklanjuti kegiatan  ini dilakukan pula workshop di RT 4 dan RT 9. Di lokasi yang berbeda ini warga pun antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a)  Observasi, meliputi:
-  Tanya jawab kepada ketua kelompok ternak dan ketua-ketua RT
-  Mengelilingi area dusun Karanglo untuk melakukan observasi langsung terhadap kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan kotoran ternak.

b)  Pelaksanaan, meliputi:
-  Bertemu dengan pembicara
-  Menyerahkan surat undangan kepada anggota kelompok ternak, Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat.
-  Mencari bahan dan perlengkapan untuk kegiatan
-  Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2013

c)  Evaluasi, meliputi: 
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat masyarakat begitu tertarik untuk melakukan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Hal ini terlihat dari adanya warga yang secara langsung meminta percontohan untuk pembuatan pupuk kompos ini di rumah masing-masing. 

Hal-hal yang mendukung kegiatan ini diantaranya sambutan yang baik dari perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat terhadap adanya kegiatan ini. Adanya inisiatif dari masyarakat sendiri untuk menindaklanjuti kegiatan ini. Hal yang lain yang tidak kalah penting yakni tersedianya bahan baku berupa kotoran ternak  yang dapat digunakan untuk proses pembuatan pupuk kompos.

(Estiwahyuningsih Madya Candra Ratri, S.K.H. -  12/341931/KH/7635)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar