Rabu, 28 Agustus 2013

Sosialisasi Mengenai Dampak Negatif Limbah Terhadap Lingkungan


Program ini merupakan program pertama klaster Soshum. Program ini merupakan bentuk awal sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh limbah terhadap lingkungan, Program ini dipilih karena masyarakat di Pedukuhan Pedes, Kelurahan Argomulyo masih belum terlalu menyadari dan menganggap penting akan dampak negatif yang dapat dihasilkan oleh limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Di Pedukuhan Pedes sendiri masih dapat dikatakan kesadaran masyarakat masih rendah dikarenakan belum adanya upaya upaya yang dilakukan masyarakat setempat dalam mengolah limbah limbah tersebut secara benar, misalnya di beberapa tempat di Pedukuhan Pedes masih banyak sampah yang menumpuk dan dibiarkan begitu saja, di antara sampah sampah tersebut tidak sedikit pula terdapat sampah sampah B3, seperti botol obat nyamuk,botol obat obatan,dan lain lain. Selain itu pengolahan dan penanganan limbah di Pedukuhan Pedes juga masih belum sepenuhnya tepat, karena di beberapa rumah warga masih sering dijumpai penanganan limbah dengan cara dibakar, padahal dampak yang ditimbulkan dari membakar sampah tidak lebih kecil dari bahaya apabila sampah tersebut dibiarkan menumpuk,
Sosialisasi dampak negatif limbah terhadap lingkungan
Setelah dilaksanakannya program ini dengan cara mensosialisasikannya kepada warga di Pedukuhan Pedes dari RT 01 sampai RT 08, maka masyarakat menjadi lebih paham dan lebih peduli terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah industri maupun limbah rumah tangga, hal ini terlihat dari beberapa perubahan yang dilakukan warga dalam menangani dan mengolah limbah limbah tersebut dengan benar, contohnya masyarakat Pedukuhan Pedes sudah tidak lagi menggunakan cara membakar sampah,tetapi sampah sampah tersebut mulai dipilah pilah menjadi sampah B3, sampah organik, dan sampah non organik, Selain itu cara masyarakat dalam mengelola sampah juga sudah menggunakan biopori, komposter, bahkan sebagian dapat dijadikan barang barang kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis.
Bagor untuk pemilahan sampah
(Halim Jatining Kusumo  - 10/299312/hk/18457)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar